Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MENYEMBUNYIKAN KISAH DIBALIK KASIH


Alvian Izzul Fikri

Hari senin 12 Robiul awal adalah hari dimana seluruh alam raya bergembira dan bershalawat dengan bahasa dan cara yang berbeda-beda, dengan kelahiran seorang yang paling mulia yang dinantikan kedatangannya oleh seluruh komponen yang berada di Alam semesta. Tak terasa kita sudah memasuki bulan rabiul awal dan sudah selayaknya kita bergembira dengan datangnya bulan ini yang merupakan bentuk kecintaan kita kepada Rosulullah SAW.

Pada kesempatan kali ini penulis ingin mengangkat salah satu kiat yang efektif dalam menghadapi masalah yang disampaikan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW, yaitu tentang bagaimana kita menanggapi dan mengolah suatu masalah yang sedang kita hadapi, dimana dengan kita mempelajari tentang bagaimana sikap dari baginda Rasulullah ketika menghadapi masalah. Dengan harapan agar supaya kita bisa mengamalkannya didalam kehidupan kita dan sebagai bentuk kecintaan kita kepada baginda Rasulullah.

Rosulullah SAW bersabda :
"من البر كتمان المصائب و الأمراض و الصدقة "   
Yang berarti “Termasuk dari kebaikan adalah menyembunyikan musibah (yang menimpanya), penyakit, dan sodaqah”. 

    Dalam hadits ini Rosulullah SAW memberikan wejangan kepada umatnya dalam hal ini yaitu menyembunyikan musibah yang dialaminya. Oleh karena itu jikalau kita ditimpa sebuah maslah maupun musibah dan kita bisa menyembunyikan masalah tersebut, maka menyembunyikannya adalah termasuk bagian dari kenikmatan yang tersembunyi (rahasia) yang telah Allah berikan. Dan hal ini merupakan rahasia dari rahasia-rahasia tanda bahwa Allah ridho terhadap hambanya, dengan cara Allah menghilangkan rasa kesal dan gelisah pada hatinya.

Berkata seorang Al-Ahnaf, yaitu seorang ulama salaf, dia berkata “Sungguh telah hilang penglihatanku semenjak 40 tahun yang lalu, dan saya tidak pernah memberitahukan hal ini kepada seorang pun”.
Rosulullah SAW bersabda :

,و معرفة حقه أن لا تشكو وجعك و لا تذكر مصيبتك" "من إجلال الله 
Yang berarti “Termasuk dari bagian memuliakan Allah SWT dan mengetahui hak-Nya, adalah tidak mengeluh pad setiap penyakit yang menimpamu dab tidak menyebut-nyebut musibahmu”.

      Yang perlu menjadi perhatian disini adalah terkadang kalau kita itu sudah selesai atau hilang masalah yang kita hadapi, maka pertama kali yang muncul dibenak kita adalah rasa sesal dan terlanjur memberitahukan masalahnya kepada seseorang. Jika perkaranya demikian maka seseorang tidak menampakkan dan memberitahukan masalahnya kepada orang lain, melainkan menyembunyikannya. Dan termasuk perkara yang palin buruk adalah menyebarkan masalah yang terjadi di keluarga.


     Terkadang seorang istri jika mempunyai masalah dengan suaminya, dirinya langsung mengadu kepada orangtuanya, sambil mencela suaminya dengan perkara-perkara yang sebenarnya tidak masuk dalam ranah inti permasalahan terhadap suaminya., dengan mengungkit-ungkit kejelekannya yang lama maupun yang baru, sampai keluarga dan kerabat-kerabatnya jadi membencinya, sehingga pada saat itu tali persaudaraan mereka terputus, , terbesit ingin lari darinya walaupun masalahnya sudah reda dan sudah teratasi, dan akan tersirat  dan tetap kata-kata dan aduan yang telah diucapkan oleh lisan yang telah membekas di hati mereka, yang berpengaruh pada hubungan antara suami dan istri.

        Sungguh beruntung orang-orang yang sabar dan tidak memberitahukan masalahnya kepada orang lain, dan mereka mengadu kepada tuhan mereka, dan mereka percaya bahwasanya tuhan mereka adalah yang tidak pernah mengecewakan setiap yang berkeluh kesah dan meminta segala sesuatu kepada-Nya. Semoga dengan apa yang telah dipaparkan penulis diatas dapat menjadikan kita dapat dan bisa mengelola maslah yang datang kepada kita, dengan kiat-kiat yang telah diajarkan oleh Rosulullah SAW dan menjadikan kita semakin tumbuh rasa mahabbah kita kepada Nabi Muhammad SAW di bulan Robiul Awal ini.



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar