Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MENGUKIR KISAH DENGAN LUKA


Oleh Ahmad Zahrowii Danyal Abu Barzah


Langkahku terpatri pada jejak kisah legenda
Menggambarkan dimensi ruang yang mengeja buana
Padahal serpihannya menyakiti alam yang menempa angkasa
Dengan menganggap luka dalam lubuk sang nirwana

Ragaku bergetar memandang untaian ruas roda
Menyongsong sembilu dahulu yang tak dapat kuterka
Bahkan rima bebatuannya pun tak dapat kubaca
Dengan menghitung rasa dalam relung yang mengkasta 

Kalbuku menghitam sebab kisah yang pelan kueja
Mengalir turun hingga gulitanya merata pada raga 
Amboi tuan insan malang pun berakhir meronta
Dengan mengharap cindai rindu yang tak mau bersua

Separuh jiwa terbang melayang ke cakrawala
Siluet senja menghilang di ufuk khatulistiwa
Sedang iba yang tak dapat lagi menjiwa
Sikah pun usang tak jua berharga

Pada rintihan
Kalap menderu dibalik sungging sinda
Ringsek bagai gugur sajak tulip Belanda
Sampai nadi pun kian membiru riuh tiada sirna

Pada sayatan
Yang membungkam cara pada kepedihan canda
Rata menerpa dongeng Cinderella
Mengiris sampai getih tak lagi berupa

Aku bukan Gatotkaca
Yang tangguh dengan raganya

Aku bukan Bidadara
Yang punya beribu nyawa 

Aku penyeka lara
Yang butuh tuk mencinta

Aku seutas tanda
Yang memiliki andromeda

Duhai yang manis dibalik senyuman
Duhai yang rindang pada sang hujan
Duhai yang lembut bagai anyaman
Duhai yang cendayam dari setiap lapisan

Adakala kisah legenda telah usai
Kuakui jua tiada kuat tuk mendiksi
Agar harap penghuni kahyangan disisi
Bermaksud jiwa semoga terobati dini



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar