Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MENGAPA HARUS TERAPKAN ZERO WASTE LIFESTYLE ?

Oleh: Nety Novita Hariyani
       Perlukah kita menerapkan gaya hidup tanpa sampah (zero waste lifestyle) ? Permasalahan sampah di Indonesia menjadi topik penting dan menuntut seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja sama dalam mengatasinya, terlebih negara ini mendapat predikat sebagai penyumbang sampah terbesar kedua di dunia sejalan dengan jumlah pertambahan penduduk yang kian memadat. Kurangnya kesadaran dan sulitnya mengedukasi masyarakat untuk ‘menanamkan’ pentingnya pengelolaan sampah menjadi permasalahan tersendiri yang harus dihadapi pemerintah dengan bijak, maka untuk ‘menuai’ lingkungan bebas sampah memang belum bisa terpenuhi.
Tingkat konsumtif masyarakat yang tinggi dan penggunaan plastik yang berlebihan dalam aktivitas keseharian tampaknya belum bisa dihindari. Bayangkan jika satu kepala rumah tangga menyumbang sekitar dua kantong plastik besar dari sampah rumah tangga perharinya, maka berapakah jumlah sampah yang harus dikelola oleh pemerintah dalam suatu daerah, berton-ton bukan? Namun, jika sampah tersebut dipilah terlebih dahulu oleh masyarakat mana yang organik, anorganik, dan b3 akan meringankan petugas dalam mengelola sampah dan juga bisa mengurangi luapan sampah yang memiliki kandungan berbahaya. Sampah organik misalnya, mulai dari sisa sayuran, dedaunan dapat ditimbun di pekarangan rumah sebagai penyubur tanah maupun tanaman. Sedangkan sampah anorganik, seperti botol plastik bekas bisa didaur ulang menjadi kerajinan tangan.
Dari semua permasalahan yang timbul, sangat diperlukan kiranya kesadaran individu yang diikuti dengan aksi atau tindakan dalam meminimalisir permasalahan sampah di negeri ini. Kesadaran tanpa aksi seperti angin lalu, maka penting untuk merefleksikannya di kehidupan yang sesungguhnya. Kesadaran yang harus ditanamkan mulai sekarang yakni membenamkan keegoisan untuk menggunakan plastik berlebihan, sedangkan bertindak dengan ikhlas untuk memilah sampah atau mendaur ulangnya anggap sebagai tugas wajib yang harus diemban. 
Pemuda bisa ambil peran disini, zero waste lifestyle solusinya. Melalui teknologi, pemuda dapat mengedukasi pengguna sosial media untuk menerapkan gaya hidup tanpa sampah (zero waste lifestyle) dengan pembuatan konten menarik. Gaya hidup tanpa sampah? Tepat sekali, usahakan untuk tidak menggunakan plastik dalam keseharian. Kita dapat menggantinya dengan barang yang tidak mencemari lingkungan. Misalnya sedotan yang berbahan plastik diganti dengan sedotan yang terbuat dari bambu atau semacamnya, tidak hanya efisien dan higienis upaya tersebut juga dapat meminimalisir bahaya sedotan plastik yang dibuang di alam bebas. 

Malang, 5 Oktober 2020
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar