Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MEMBAHAGIAKAN SESAMA MUSLIM

Oleh : Hany Zahrah

Jika kita melihat keberadaan Islam di zaman ini, maka kita akan menjumpai sesuatu yang menggembirakan atau bahkan menyaksikan kenyataan yang menyedihkan. Umat islam banyak yang berlomba-lomba mengejar urusan dunia, dan tidak pernah bersedih karena tertinggal urusan akhirat. Dari tulisan ini, pembaca bisa mengetahui bagaimana cara orang Islam membahagiakan saudara-saudaranya, dan apa saja yang bisa menimbulkan kebahagiaan.

Diantara hal-hal yang dapat membahagiakan hati seorang muslim, pertama adalah memenuhi kebutuhan sesama muslim. Jika kita mampu memenuhi apa yang dibutuhkannya semata-mata hanya mengharap pahala dari sang Maha Pencipta, dan memang sengaja ingin membahagiakan hatinya dengan penuh rasa cinta. Perbuatan yang dapat membahagiakan seorang muslim bukanlah semata-mata didalam bentuk ucapan, melainkan suatu perbuatan dan amal nyata yang penuh kepastian. Anggaplah kebutuhan saudaramu itu seperti halnya kebutuhanmu sendiri atau bahkan lebih utama. Kita juga harus peka kapan saudara kita butuh bantuan sebelum Ia meminta bantuan. Usahakan seakan-akan kita tidak pernah membantunya dan kita tidak menganggap diri sebagai seorang yang dermawan. Kedua adalah saling memberi nasihat. Hal ini merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim terhadap sesamanya. Sebab hal ini merupakan salah satu yang dapat membahagiakan hati sesama muslim. Baik nasihat itu bersifat duniawi atau ukhrawi. Ketiga adalah mendoakan orang Islam baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Diantara hal-hal yang harus dimiliki oleh orang islam adalah rasa peduli terhadap sesamanya, yaitu dengan saling mendoakan. 

Diriwayatkan dari Umran bin Husein bahwa Nabi Muhammad Saw pernah bersabda:

دُعَاءُ الأخِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الغَيب لاَيُرَدَّ

Doa nya Al-Akh (sebutan pada orang Islam) untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya itu tidak ditolak (dikabulkan)”.

Wahai saudaraku, perbanyaklah berdoa untuk saudara muslim kita di seluruh penjuru dunia, baik untuk orang yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal dunia. Karena doa untuk orang yang telah meninggal sama derajatnya dengan hadiah yang kau berikan kepada orang yang masih hidup. Doa tersebut akan dibawa oleh malaikat kepadanya dengan semangkok cahaya, dan berkata “Inilah hadiah untukmu dari saudaramu si Fulan” kemudian dia merasa gembira seperti yang dirasakan orang hidup ketika menerima hadiah.

Syekh Ahmad Ad-Dhauni berkata, “Membahagiakan hati sesama bukan hanya sebatas kata-kata, melainkan harus dengan kata-kata yang indah serta diikuti dengan keikutsertaan membantu mereka dengan lapang dada dan hati yang ikhlas”. Imam Asy-Syafi’i berkata dalam syair yang artinya, “Aku senang akan segala ketenanganku dari para ikhwan, dan aku senang dengan segala pejaman mata dari segala kesalahanku; yang memberikan pertolongan kepadaku dikala hidup matiku, siapakah yang mau memberikan hal ini kepadaku? Seandainya hal ini benar-benar dapat kuperoleh, niscaya akan kuberikan segala kebaikan yang ada kepadaku”.

Sesunggunya apa yang kau lakukan hari ini kelak akan membuahkan hasil akan ada orang yang mau membahagiakan hatimu kelak.


Sumber rujukan:

As-sayyid, Abu Maryam. 1997. Membahagiakan sesama muslim. Jakarta: Gema Insani Press.

 

PP. DARUN NUN

 

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar