Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

JOMBLO GAK USAH BUCIN-BUCIN AMAT

Oleh: Astri Liyana

Menyandang gelar jomblo seringkali jadi bahan bully-an teman-teman, dan gue akui itu terkadang sangat menyebalkan. Tidak hanya itu, tulisan dan meme-meme tentang diskriminasi kaum jomblo juga bertebaran di dunia nyata maupun dunia maya, gaes. Dibilang jomblo ngenes lah, memprihatinkan karena gak ada yang ngucapin selamat pagi ataupun selamat malam. Gitu doang padahal. Dan menurut gue itu gak penting banget. Tapi kenapa jomblo sering dipandang sebelah mata? Apa yang salah dengan jomblo? Apakah sesedih itu? 

Bahkan yang lebih parah lagi, jomblo sering dibandingin sama hewan, gila gak tuh? Ayam misalnya, kata-katanya begini,  “Ayam aja berdua, masa kamu enggak?” Selain itu, ada juga temen gue, ya sebut aja si Penasehat Jomblo, nasehatin begini “Kalo lo mau punya pacar, lo harus belajar PDKT seperti yang dilakuin kucing ketika kasmaran”. Pernah gak kalian lihat kucing kasmaran?

Pertama, kucing kasmaran itu suka caper (cari perhatian). Mungkin di antara kalian ada yang penasaran, kucing caper? Masa? Emang ada? Ada dong. Ciri-cirinya ia akan sering mengeong dengan suara keras, itu dimaksudkan untuk menarik perhatian lawan jenis yang disukainya. Nah, jadi kalo kalian mau PDKT maka sering-seringlah caper, agar orang yang disukai memandang keberadaan kalian atau bahkan tertarik pada kalian. 

Kedua, pendekatan. Mungkin ini adalah masa-masa penting bagi si kocheng, termasuk juga para jomblowers yang hendak melepas gelar jomblonya. Jika tidak melakukan pendekatan, bagaimana orang yang kita sukai mengetahui perasaan kalian. So, pepet teroos sampai dapat. Begitulah kira-kira  yang dikatakannya.

Tetapi, gue pribadi bertentangan dengan pendapat si Penasehat Jomblo itu. Ya, maklum  dia lebih berpengalaman dalam dunia perpacaran dibanding gue yang terlalu lama menjomblo. Mungkin kalo seandainya bisa ditunjukkan hati gue udah bersarang kali mah gara-gara gak ada yang menjamah. Hiyahiya. Jadi ketika dia nasehatin gitu, jiwa jomblo gue langsung berontak. Wkwk. Terus? Alasannya? Eits..baca dulu sampai selesai.

Menurut gue, jomblo itu gak harus mengobral diri agar mendapat pasangan. Jomblo bukan barang dagangan, Gaes. Gak perlu caper-caper gitu deh. Apalagi buat kalian yang menjual diri dengan membeberkan kejombloan di media sosial kalian, gini misalnya “Hai gue jomblo nih, yuk dating sama gue”. Aelah, yang bener aje. ojok dadi wong seng murahan toh, tapi dadi o wong seng elegan ben ora dianggap bucin-bucin nemen.

Misal, supaya si doi tau kalo lo suka dia, lo ikuti akun media sosialnya tahu update-an terbarunya, sesekali balas Tweet-nya atau Instastory-nya. Ingat, hanya sesekali ya, ga perlu tiap hari lo komenin atau lo komen di setiap akun sosial medianya, gilee yang ada dia eneg sama lo bambang, terus setelah itu lo malah di hide atau bahkan diblokir. Nah loh, kan lebih ngenes yak.   

 Bagaimana caranya agar tidak jomblo? Pertanyaan ini mungkin sering muncul di benak kalian, yaa gue juga termasuk sih. Hehe. Begini ya sobat jombloku, semua ada waktunya. Ga perlu lo pakai berbagai trik untuk melepas masa kejombloan lo. Tuhan telah menjanjikan bahwa Ia menciptakan makhluk-Nya dengan berpasang-pasangan. Yakin saja.

Dalam keadaan menjomblo, banyak hal yang bisa lo lakuin dan bisa lo raih. lo punya banyak waktu luang melakukan kegiatan yang berfaedah dan tentunya lebih produktif. Seperti membaca, menulis, belajar lebih giat, dan menghasilkan sebuah karya. Lo juga bebas berteman dengan siapa saja dan bebas mengatur jadwal kegiatan sesuka hati. Oh satu lagi, lo gak perlu repot-repot antar jemput pacar, kan lo ga punya. Ups.     

Stop membuang waktu lo dengan pacaran-pacaran gak penting. Ingat, hidup itu tidak hanya seputar jomblo atau tidak jomblo. Kita punya banyak mimpi, kita punya orang tua yang harus dibahagiakan terlebih dahulu, dan lain sebagainya. Kalo gue jomblo, nanti gue di bully sama temen-temen? So what? Apa pentingnya pendapat mereka jika hanya menjatuhkan kita. Kita bisa mengabaikannya, kan? Anggap saja kentut lewat. 

Sekarang gue tanya para mantan jomblowers di luar sana, apa kalian merasa puas ketika kalian menyandang status ‘tidak jomblo’? Apa kalian bisa merasakan kenyamanan identitas ketika bersama pasangan kalian? Biasanya orang yang berpacaran cenderung ingin menunjukkan hal-hal yang baik saja di hadapan pasangannya, berusaha menjadi sosok yang sempurna. Padahal aslinya lo bodoh, teledor, pemalas, jahil, dan lain-lain deh. Coba kalo lo jomblo, lo bisa melakukan banyak hal tanpa harus berpura-pura menjadi baik dan lo nyaman menjadi diri sendiri. 

So, gaes, tidak apa-apa menjadi jomblo. Jangan takut di bully. Karena jomblo bukanlah hal memalukan. Ubah mindset kita bahwa menjadi orang spesial itu harus memiliki pacar. Big No. kita tidak sedang shooting film. Stop deh jadi korban film-film romance. Kita semua spesial. Kita bisa meraih apapun yang kita inginkan tanpa harus berpura-pura menjadi sempurna. Kita berjuang untuk membahagiakan orang-orang yang memang sepantasnya kita bahagiakan. Karena bahagia dapat diraih, tanpa harus menyandang status ‘tidak jomblo'



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar