Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

DILARANG BERWAJAH MASAM PADA SUAMI


Oleh: Kholidatun NW

Satu bulan setelah Dodi dipecat dari tempat kerjanya yang mewah, di sebuah gedung besar dan tinggi yang dipenuhi AC di setiap sudutnya. Setiap hari dia membawa CV diri untuk melamar kerja di tempat lain, tapi tidak juga membawa kabar baik untuk anak dan istrinya. Hampir semua harta yang dia punya habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pikirannya sudah kacau tidak karuan memikirkan semua permasalahan hidup yang tidak bisa jauh dari kebutuhan ekonomi. 

Istrinya bernama Kinan. Wanita dengan paras cantik bertubuh tinggi berkulit putih. Sebelum suaminya dipecat hidupnya penuh dengan foya-foya. Berkumpul dengan temannya sebagai wanita sosialita. Pasti kamu tau bagaimana keseharian wanita sosialita kan? Adanya takdir ini Kinan sangat tidak terima. Hari-harinya selalu dipenuhi emosi yang berlebihan. 

Pada satu hari di mana Dodi suaminya pulang sehabis mengajukin untuk melamar pekerjaan Kinan bertanya.

“Mas, udah dapet pekerjaan belum?” tanya Kinan dengan nada agak tinggi.

“lagi-lagi aku ditolak perusahaan Bun” Jawab Dodi dengan nada lemas.

“gimana sih Mas kamu!! Udah tau kamu punya anak dan istri yang harus kamu nafkahi” Nada Kinan semakin tinggi. 

“Bun, seharusnya kamu bantu aku juga. Udah tau keadaan ekonomi kita lagi di bawah kaya gini kamu masih minjam uang di mana-mana hanya untuk foya-foya sama temen kamu. Mikir!!”

Kinan seketika terdiam dengan bentakan suaminya. Dia pun lekas masuk kamar dengan menutup pintu yang kencang. 

1 minggu setelahnya...

Dodi memutuskan untuk menawarkan diri sebagai kuli bangunan yang diupahi empat puluh ribu rupiah setiap hari. Batinnya “Tidak apa walau hanya sedikit yang penting ada pemasukan untuk setiap hari”.

Begitulah pekerjaan setiap hari yang dia lakukan selama ini sebagai kuli bangunan. Mengangkat beban berat dengan upah sedikit untuk menafkahi keluarganya.

Penulis sengaja hanya memberi sedikit cerita yang sangat singkat diatas dengan tujuan hanya untuk mengingatkan khususnya bagi kaum perempuan yang sudah berkeluarga dan bagi yang belum bisa mengambil pelajaran dari cerita tersebut. Bahwasannya: 
Dari Umar bin Khattab R.A:
“Istri yang salihah, bila dipandang akan menyenangkannya (suami), bila diperintah akan menaatinya...”
(Hadits sahih riwayat Abu Daud)

Sumber: Priatna, Angga. 2014. 90++ Nasihat Nabi Untuk Perempuan. Jakarta: PT. WahyuQolbu.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar