Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

DIALOG MANUSIA DAN HARI-HARINYA



Oleh: Khoirun Niswah


Menepilah, jalanan kota sangat ramai pagi ini
Nanti sajalah, pergi nanti saja
Mari mencari jalan lain
Tidak, aku dirumah saja
Dialog manusia dan hari-hariya
Memikirkan bagaimana cara mereka pergi ke tujuan 
Mencapainya dengan bagaimana? 
Atau mereka berfikir, bagaimana jika tak beranjak kemana-mana.

Semua senantiasa berjalan, segala hal pasti berjalan walau hanya berlintas masa
Walau manusia memilih untuk diam, walau manusia takut pergi
Jalan yang tersedia terasa sulit. Berlubang, Terjal dan sesekali basah oleh air mata
Manusia memiliki jalannya
 meski tak sama, mereka harus berjalan

Akan banyak tawa, banyak air mata, banyak godaan
Akan ada kembang api yang kadang bersorak bahkan genderang drum 
Perasaan, hanyalah semburat hiasan
Rasa yang tak akan terlupa disepanjang jalan hingga berakhir.

Nyaman, menyenangkan, bahagia.
Tak sama rasanya dengan hati yang membenci dan merutuki
Tapi yakinlah, semua akan adil pada akhirnya
Tergantung jalan mana yang akan kita tapaki

Bermain atau belajar manusia dalam perjalanannya, ia akan tetap sampai
Manusia akan sampai pada satu titik yang akan mempertemukan semuanya
Jalan yang dihindari, dihadapi, atau melangkah hati-hati semuanya akan melihat akhir
Muara dari semua perjalanan

Namun kebayakan manusia lupa hakikatnya
Memperkaya hati dengan kegembiraan
Lupa menangis bahkan meratap
Hanya mengeluh namun tak mengerti semua terjadi karena tangannya

Senda gurau dan permainan yang panjang
Kemenangan dan kekalahan disini nanti tak akan sama
Percayalah, semua ada masanya ada akhirnya.
Semua akan bertemu muaranya.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar