Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

URGENSI PENDIDIKAN DI TENGAH PANDEMI

Oleh: Krisna Aditya Putra S

       Pandemi covid-19 yang tak kunjung usai sudah pasti mempengaruhi seluruh aspek kehidupan secara global, tak terkecuali pada bidang pendidikan. Pandemi ini mengubah sistem pendidikan yang selama ini berjalan secara tatap muka di instansi formal menjadi secara dalam jaringan atau daring. Bagaimana tidak, karena selama pandemi ini kita dibatasi agar tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain demi mencegah penularan virus covid-19. Menurut UNESCO, covid-19 mengancam sekitar 577 juta pelajar di seluruh dunia dengan total ada 39 negara yang menerapkan penutupan sekolah. Total jumlah pelajar yang berpotensi berisiko dari pendidikan pra-sekolah dasar hingga menengah atas kurang lebih 577.305.660. Sedangkan jumlah pelajar yang berpotensi berisiko dari pendidikan tinggi kurang lebih 86.034.287 orang. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran yang memiliki peluang untuk mengancam kualitas pendidikan dan dampak yang ditimbulkan adalah dampak jangka panjang yang mempengaruhi dunia pendidikan.
       Ada empat cara Covid-19 mengubah cara kita mendidik generasi masa depan menurut Luthra dan Mackenzi (2020). Pertama, semakin terhubungnya proses pendidikan di seluruh dunia. Kedua, pendefinisian ulang peran pendidik. Ketiga, mengajarkan pentingnya keterampilan hidup di masa yang akan datang. Keempat membuka lebih luas peran tekhnologi dalam menunjang pendidikan. Meskipun berbagai langkah telah diambil, namun masih menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak yang ditimbulkan pandemi covid-19 dalam dunia pendidikan. Beberapa dampak yang dirasakan saat pembelajaran jauh yaitu turunnya minat belajar, tidak telaksananya praktikum dan kuliah lapangan, dan tidak semua sarana dan prasana memadai, keluhan akan jaringan internet di beberapa daerah atau biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli paket internet menjadi polemik saat pembelajaran online ini, 
       Namun pandemi ini bisa menjadi momentum untuk kebangkitan pendidikan nasional, dan merupakan peluang untuk menyadarkan orang tua bahwa beban pendidikan anak tidak hanya diserahkan kepada guru/dosen semata. Semua stakeholder terkait baik itu pemerintah, praktisi pendidikan, pendidik, orang tua, masyarakat dan peserta didik harus bersinergi dalam rangka mengambil langkah terbaik untuk keberlangsungan dunia pendidikan kedepannya. Dengan adanya pandemi ini semua unsur bisa belajar dan memperbaiki sistem pendidikan serta mempersiapkan metode yang tepat apabila kondisi seperti ini terjadi lagi.

Sumber: prokabar.com (Rika Wahyuni dan Demina - Mahasiswa dan Dosen Pasca Sarjana IAIN Batusangkar)

Malang, 22 September 2020
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar