Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SETIAP ORANG ADA MASANYA

Oleh: Hariski Romadhona

       Sukses adalah sesuatu yang sangat kompleks untuk didefinisikan. Banyak yang beranggapan jika orang  sukses adalah orang bergelimang harta, punya mobil mercedes dan rumah dimana-mana. Setiap orang akan berlomba-lomba untuk mencapai kesuksesan. Bahkan sampai bersifat pragmatis untuk mencapai keinginannya tersebut. 
       Sesungguhnya kesuksesan bukan hanya tentang kekayaan, ketenaran, ataupun keunggulan. Kesuksesan tidak bisa diukur dari banyaknya uang yang dimiliki, seberapa dia terkenal dan berapa banyak perusahaan yang dimiliki. 
       Orang-orang hebat seperti  Bill Gates,   Waren Buffet dan  Richard Branson mengatakan bahwa tingkat kesuksesan hidupmu adalah ketika kamu bahagia, banyak orang yang mencintai kamu, dan seberapa besar dampak yang kamu berikan ke orang-orang yang membutuhkan.
       Sejak kita kecil kita sudah mempunyai kenginan atau cita-cita untuk sukses. Kita harus belajar dengan serius agar mendapatkan nilai yang bagus. Begitu seterusnya, SMP, SMA, kuliah bahkan setelah berkeluarga kita masih memiki kenginan untuk menjadi sukses. 
       Setiap orang itu ada masanya, kita harus berusaha keras untuk mencapai apa yang kita inginkan. Tetapi kita tidak boleh lupa akan peran Tuhan disini. Apapun yang kita lakukan tidak lepas dari pengawasan-Nya. Segala usaha yang kita lakukan harus dipercayakan (tawakal) kepada Tuhan. Apapun putusanya harus kita terima dengan ikhlas. Tuhan tidak akan salah dalam mengambil keputusan.
       Tuhan adalah sutradara terbaik. Ibaratnya kita sebagai aktor dalam sebuah dunia perfilman. Skenario telah diatur oleh sutradara, dan kita sebagai aktor tinggal melakukan peran dengan sebaik baiknya. Kalau kita tidak menuruti sutradara, maka film tidak akan selesai-selesai, bahkan bisa bubar. Begitulah hidup, kita tidak bisa memaksakan kehendak ingin ini itu, segala sesuatu kita sudah diatur dan akan diberikan Tuhan sesuai yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. 
       Hidup memang begitu, kita harus menjalaninya dengan ikhlas. Ibarat orang memanjat pohon jambu, walaupun licin tetap harus kita panjat, untuk mendapatkan buah jambunya. Tetapi yang perlu digaris bawahi, ketika kita sudah mendapatkan apa yang kita usahakan dan inginkan. Kita tidak boleh lupa dengan apa apa yang telah membuat kita sampai pada titik tersebut, kita harus tetap menjadi manusia yang berjiwa sosialis, jangan individualis. Karena mustahil orang bisa hidup sendiri. Ingatlah bahwa setiap orang itu ada masanya, dan setiap masa ada orangnya. Semua sudah diatur, tinggal menunggu tanggal mainnya.

Malang, 22 September 2020
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar