Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SEBATAS NARASI


Oleh: Nurmiati Habib

      Pandemi virus corona membuat orang di seluruh dunia terpaksa untuk membatasi kegiatan yang secara rutin telah dilakukan sebelumnya. Bukan tanpa alasan, penyebaran virus yang begitu cepat sangatlah membuat resah masyarakat. Berbagai berita di media sosial dengan fluktuatif yang tersebar, terkadang memotivasi ada juga yang menjadikan mental down. Mungkin kata bijak lebih cocok dalam menanggapi berita di media massa. 
Pemerintah yang menjadi pusat kebijakan bagi seluruh masyarakat harus bekerja keras dalam mengambil keputusan. Apapun keputusan yang dibuat pastilah mengandung kontroversi di masyakat. Permasalahn pro dan kontra sudah menjadi perbincangan sehari-hari. Terpenting dari itu adanya kebebasan publik untuk berpendapat di media sosial seharusnya diimbangi dengan keilmuan yang ada, karena pada masa pandemi saat ini banyak sekali pihak yang tersinggung dengan adanya kebijakan baru, berita yang simpang siur, ataupun pendapat orang yang mengadung kontroversi. Megutip dari salah satu pembicaraan di akun youtobe Dunia Manji dengan Ariel Noah. Dalam podcast tersebut Ariel mengatakan “Saya tidak berani bicara tentang hal yang tidak saya ketahui tentang apapun itu” . Jika kita menelaah akan perkataan tersebut yang dapat kita kaitkan dengan keadaan saat ini seharusnya bisa dijadikan pedoman. Bukan tentang tulisan atau konten apa yang kita share melainkan dampak apa yang akan timbul dengan adanya berita tersebut, karena berita yang telah kita sebar bisa menjadi positif ataupun negatif tergantung siapa yang menerimanya. 
Cerita lain dengan adanya pandemi virus corona yakni adanya kegiatan yang dilakukan di rumah atau work from home seperti pekerja kantoran, anak sekolah, mahasiswa, dan lainnya. Hal ini menyebabkan timbul masalah baru yang terjadi dengan kebijakan yang dibuat oleh Kemendikbud yang mengaharuskan untuk belajar di rumah sampai batas waktu yang belum pasti. Keadaan ini yang menyebabkan munculnya permasalahan di dunia pendidikan seperti fasilitas internet yang tidak memadai di daerah perdesaan ataupun ujung pulau, metode pembelajaran yang serasa memberikan beban tugas kepada siswa ataupun masalah lainnya. Para pelajar maupun mahasiswa yang tinggal di daerah dengan kondisi internet sulit harus berjuang keras mendapatkan signal demi mengenyam pendidikan. Sosok guru yang selama ini menjadi citra panutan bagi siswa nyatanya pada masa pandemi ini terasa sangat sulit untuk mendapatkanya, bukan tanpa alasan sekolah formal seperti biasa dengan tatap muka secara langsung menimbulkan effect tersendiri bagi para pelajar maupun mahasiswa. Istilah guru atau bisa dikatakan “digugu” dan “ditiru” muncul sebagai orang yang menjadi panutan ketika di sekolah. Akan tetapi saat ini sangatlah terbatas dengan keadaan yang ada. Seorang guru harus lebih bekerja ekstra agar dapat menyampaikan metode pembelajaran yang dapat dengan mudah dipahami oleh siswa. 
Sejarah baru yang muncul sejak awal mula muncul virus hingga saat ini yang telah banyak terpapar baik kasus positif, orang tanpa gejala, orang yang meninggal. Kasus ini setiap harinya terus meningkat dan belum ada kepastian sampai kapan keadaan ini akan membaik. Istilah bosan sudah menjadi kata yang sering terucap, akan tetapi keadaan ini hampir semua oran g mendapatkan dampaknya. Budaya baru yang mengharuskan untuk menggunakan masker, sering mencuci tangan, tidak membuat perkumpulan, dan aturan lainnya harus menjadi sebuah kebiasaan untuk saling melindungi keadaan sekitar. Sulit? Iya Bosan? Iya, tapi ingat ketika kita masih diberi sehat, masih bisa makan bahkan masih bisa belanja itu yang seharusnya disyukuri. Seringkali kita lupa, orang diluar sana yang harus berjuang untuk mendapatkan sesuap nasi dengan situasi yang saat ini sangatlah sulit. Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa beraktifitas seperti biasanya . Jangan mengeluh karena semua orang menghadapinya, tetaplah ciptakan peluang baru apapun keadaaanya dan berdamailah dengan keterbatasan.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar