Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MENCEGAH POLIGAMI DENGAN METODE KONSILIASI

Oleh: Fadli Arfiansyah Rahman
Email: fadliharfiansyah38@gmail.com 


Abstrak: Dalam artikel ilmiah ini membahas sedikit tentang informasi konsiliasi dalam poligami rumah tangga, dimana setiap kepala keluarga memiliki masalah yang berbeda-beda dan juga solusi yang bebeda-beda. Konsiliasi terlihat cocok menjadi akomodasi dalam masalah poligami yang mana dalam suatu pihak bisa mengutarakan maksud dari masing-masing keluhannya dan pasti menciptakan hasil yang sangat efektif dalam penyelesaian masalah tersebut.

Kata Kunci: Poligami, Konsiliasi

1. PEMBAHASAN 

       Konsep Dasar Konsiliasi Dalam Poligami konsiliasi adalah suatu proses penyelesaian sengketa alternatif yang melibatkan seorang pihak ketiga atau lebih, dimana pihak ketiga yang diikutsertakan untuk menyelesaikan sengketa adalah seorang yang secara profesional sudah dapat di buktikan kehandalannya (Pradima, 2013, h. 3). Konsiliasi juga merupakan penyelesaian sengketa di luar pengadilan melalui pemufakatan atau musyawarah ang dilakukan sendiri oleh para pihak yang bersangketa dengan didampingi oleh seorang atau lebih pihak yang netral dan bersifat aktif sebagai konsiliator (Yuniarti, 2016, h. 564) Dan konsiliasi bisa sebagai akomodasi dalam permasalahan rumah tangga seseorang yang mana konsiliator mejadi penengah yang netral di antara keduanya, mempertemukan anggota keluarga yang bermasalah dalam satu ruangan untuk mencari jalan keluar dalam perselisihan. Jadi konsiliasi adalah suatu akomodasi yang melibatkan pihak ketiga dalam suatu permasalahan yang mana konsiliator mempertemukan dua pihak yang bersengeketa untuk berbicara/musyawarah mencari jalan keluarnya.
       Tujuan konsiliasi adalah untuk mencari jalan keluar membawa pihak yang berkepentingan untuk bersama-sama mencari jalan keluar dalam penyelesaikan perselisihan (Yuniarti, 2016, h. 565). Di dalam permasalahan poligami rumah tangga adanya akomodasi konsiliasi ini akan menghasilkan keputusan yang tidak berat sebelah, maksudnya sudah disetujui oleh pihak yang bermasalah dan tentunya hasil tidak akan mengecewakan.

2. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KONSILIASI

       Kelebihan Konsiliasi diantaranya, pertama cepat dalam mengambil keputusan maksudnya dalam akomodasi konsiliasi masalah pologmi dalam rumah tangga cepat selesai karena penyelesaian ini mempertemukan dua pihak untuk saling mengutarakan keinginannya masing-masing pihak. kedua murah, maksudnya tidak banyak mengeluarkan uang dan semacamnya karena konsiliasi bisa juga diambil dari salah satu keluarga yang dapat dipercaya atau orang lain yang memiliki sifat netral. ketiga mengasilkan hasil yang efektif, karena sudah jelas tujuannya mencari jalan keluar dalam persetujuan masing-masing suami istri tersebut.
       Kekurangan konsiliasi adalah keputusan dari konsiliator tidak mengikat jadi sepenuhnya di serahkan kepada yang bersengketa karena konsiliator hanya mendengarkan keluhan dari masing-masing pihak, terkadang konsiliator memberi keputusan tetapi keputusannya tidak mengikat jadi yang bersengketa tidak masalah apabila tidak mengambil keputusan dari konsiliator.
 
3. CARA KERJA KONSILIASI

  • Mendiskusikan masalah dengan cara mempertemukan suami istri yang bersengketa dalam suatu ruangan dengan adanya pihak ketiga yang netral di dalamnya sebagai penengah
  • Memenuhi kebutuhan para pihak dengan cara konsiliator mendengarkan keterangan secara langsung dari suami istri ang bersengketa dan dan konsiliator membiarkan suami istri tersebut merumuskan suatu kesepakatan hingga menuju keputusan perdamaian.
  • Mencapai kesepakatan yang dapat diterima satu sama lain, dan apabila suami istri tidak bisa membuat kesepakatan maka konsiliator memberi rekomendasi/ saran untum berikan referensi kepada sepasang suami istri untuk berdamai (Yuniarti, 2016, h. 565)
Sumber-sumber:
  1. Pradima, Akbar. "Alternatif Penyelesaian Perselisihan Hubungsn Industrial Di Luar Pengadilan,”Surabaya: Jurnal Ilmu hukum, 2013, Vol. 9, No.17, Hal.3.
  2. Yuniarti, Rahmi. “ Efesien Pemilihan Aternatif Penyelesaian Sengketa Dalam Penyelesaian Sengketa waralaba” lampung: fiat justisia journal of law, 2016,  Vol. 10, No. 3, Hal 564.

Malang, 22 September 2020
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar