Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SERUMAH DENGAN ODP ? IT'S OKAY

Oleh: Muflikhah Ulya

        Tiga hari yang lalu keluarga kami dikejutkan dengan status kakak iparku yang menjadi ODP (orang dalam pemantauan). Selama pandemi korona berlangsung, keluargaku telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kesehatan dan juga melakukan semua anjuran pemerintah. Mulai dari phisycal distancing, stay at home dan menjaga kebersihan dan kesehatan. Bahkan ibuku mewajibkan seluruh aggota keluarga untuk minum jamu buatannya setiap hari. Semenjak adanya pandemic korona, keluarga kami mulai tertutup, kami tidak pernah beraktifitas diluar rumah kecuali untuk keperluan mendesak, hal ini kami lakukan dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona.
        Kakak iparku adalah satu satunya anggota keluarga yang harus beraktifitas diluar karena alasan pekerjaan. Dia adalah salah satu guru di sebuah instansi pendidikan di Surabaya. Instansi pendidikan tersebut memang sudah mengganti sistem belajar menjadi daring(dalam jaringan), sehingga para murid tidak perlu datang ke sekolah. Namun, hal ini tidak berlaku untuk para guru. Para guru tetap diwajibkan masuk dua hari sekali dengan alasan piket di sekolah.
        Empat hari yang lalu teman kakak iparku yang tak lain adalah guru di instansi pendidikan tersebut meninggal dunia. Banyak kabar burung yang mengatakan bahwa guru tersebut meninggal disebabkan terjangkit virus korona. Kakakku berniat untuk melayat temannya itu. Namun ketika sudah siap untuk berangkat, tiba-tiba hujan sangat deras, alhasil dia mengurungkan niatnya untuk pergi melayat.
        Keesokan harinya. Kakak iparku menerima surat pemberitahuan melalui aplikasi WhatsApp bahwa sekolah tempat dia mengajar telah didutup oleh dinas pendidikan dikarenakan seorang guru telah meninggal karena terjangkit virus korona. Hal tersebut menyebabkan semua orang baik guru, staf, ataupun pekerja lainnya yang pernah melakukan kontak dengan korban dinyatakan berstatus ODP.
Hal tersebut membuat kakak iparku sangat terkejut. Dia memutuskan untuk isolasi mandiri di ruangan yang berbeda dengan keluarga kami. Apapun yang dia perlukan sudah kami siapkan. Setiap hari kami mengantar makanan serta memantau perkembangannya. Meskipun kami telah tinggal di ruangan yang berbeda, kekhawatiran tetap saja tidak bisa dihilangkan. Setelah tiga hari kakak iparku melakukan isolasi mandiri, aku bertanya “bosen ngga idup sendirian?”. “ngga kok, malah enak disini, ngga ribet-ribet kepanasan dari Sidoarjo ke Surabaya cuma buat kerja, lagian klo disini bisa nge-game sepuasnya, ga ada yang gangguin, banyak makanan, tidur sepuasnyaa, tentram, mantap jiwa hahaha,” hal itu terlihat jelas dari tawa dan wajah sumringah yang ada di layar telepon genggam.
Setelah mendengar jawaban itu, kami sedikit lega. Kepanikan dan kekhawatiran kami sudah mulai berkurang. Kami mencoba untuk selalu berpikir postif dalam menghadapi hal ini. Ya, kuncinya adalah tetap menjaga kesehatan dan jangan panik, karena imun tubuh akan cepat menurun ketika kita panik dan khawatir. So, stay safe and health everyone!, dan jangan lupa untuk selalu berdo’a agar pandemi ini segera berakhir.

Sidoarjo, 10 April 2020.
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar