Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

HATI KITA TAK BERJARAK

Oleh : Neng Sumiyati 

           WHO bilang jikalau kita saat ini lebih baik jaga jarak, social distancing cukup membuat shock para sobat yang biasanya menghabiskan lamunan di café, para sobat yang berpesta ria dengan lagu Feeling Good di tempat dengan alam terbukan nan Instagramable atau para sobat yang menyukai diam saja di rumah namun semakin hari saat ini, semakin suntuk karena dimakan kebosanan.Entah sudah hari ke berapa jasmani kita saling menjaga jarak, demi covid-19 supaya dia enggan bertandang di jasmani kita.
           Boleh jasmani kita saat inii berjarak, hingga menunggu padamnya keriuhan covid-i9.Upaya ini juga tak lain untuk membantu para tenaga medis meringankan bebannya.Bosan iya, suntuk iya, tapi gerakan stay at home tidak beraku bagi semua lapisan.Kita tahu masih ada orang-orang yang sangat wajib keluar rumah demi memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari seperti Ojol, Pedangan asongan, Tukang parkir, Warung kecil dan lain sebagainya.
             Karena kenyataan tersebut, yang seharusnya membuat hati kita tak berjarak dengan mereka, para pejuang keluarga setiap harinya.Lalu apa yang kita bisa lakukan untuk mereka ? tak lain dan ini sangat penting bagi batin mereka adalah dengan cara mensupportnya, membeli dagangannya atau ikut berperan untuk mempublikasikan dagangannya melalui media sosial, apapun itu dan bagaimana caranya, selama itu baik dan positif lakukan sebanyak-banyaknya.
             Lalu apalagi yang bisa kita lakukan? Mengikuti saran dari pemerintah untuk tetap stay at home.Ini memang super membosankan namun jika kita renungi terhadap diri sendiri, apakah kita mau seperti nasibnya para tenanga medis yang tidak bisa pulang ke rumah dan selalu stay at Hospital.Dan mereka juga melakukannya setiap hari, bahkan sebagian dari mereka sendiri wafat karena terinfeksi saat dalam masa pengabdian melawan covid-19.
             Kita sama-sama manusia namun posisi kita dengan mereka berbeda, hal yang harus dipertanggungjawabkan juga berbeda.Karena perbedaan tersebut mari kita mensyukurinya, mendukung siapapun yang masih berjuang untuk membantu teman kita yang sudah terinfeksi virus ini.Rendahkanlah egomu untuk keluar rumah hanya sekedar untuk nongkrong. ngopi dan lain sebagainya.
           Jasmani kita boleh berjarak, tapi hati kita tak berjarak.Buktikanlah gaungan kita dalam motto memanusiakan manusia.Saatnya berperang untuk melawan ego dengan kenyataan yang sia-sia.Nikmatilah  kuliah daring yang semakin hari bersemi dengan tugas-tugasnya.Syukurilah diri yang mana bisa berdekatan dengan keluarga, menjadi guru bagi anak sendiri, menjadikan rumah sebagai ladang surgawi, karena kalo bukan karena ini, tak ada gerakan cuci tangan yang membumi, tak ada gerakan rumah sebagai sekolah saat ini, apalagi gerakan untuk selalu menjaga kesehatan diri.

         
Malang, 13 April 2020
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar