Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

FAEDAH HASTAG #DIRUMAHAJA

Oleh : Siti Khoirun Niswah

        Sudah hampir satu bulan  penuh himbauan untuk mengerjakan segala kegiatan dikerjakan di rumah. Lalu apakah kalian sudah mulai jenuh? Mungkin jenuh iya, bosan juga pasti. Tetapi tuntutan tugas dari kampus tetap berjalan seperti biasanya bukan?  Semua kegiatan kampus melalui online, mengumpulkan tugas juga melalui online, yang biasanya bertemu dengan teman-teman bertatap muka kini semua dapat melalui online. Bahkan ta'lim di pondok-pondok juga melalui online. Kapan kejenuhan ini segera berakhir pun tidak ada yang tahu. Prediksi dari pemerintah pun juga belum menunjukkan kepastian. Ketika segala kegiatan telah kita selesaikan semuanya, terkadang juga masih bingung mau ngapain lagi, ya kan? Kalau dibilang jenuh, memang jenuh. Jika kita berfikir jenuh, mungkin akan seterusnya merasa jenuh. Namun jika kita lakukan dengan lapang dada dan menghayati atau menelaah dari keadaan yang sekarang terjadi, dengan disertai melakukan hal-hal yang positif, mungkin kejenuhan itu akan terasa biasa saja. hehe.
        Mari mengamati manfaat dari hastag #dirumahaja, sebenarnya tetap banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kegiatan yang dilakukan dirumah. Misalnya untuk yang sebelumnya terlalu sibuk kegiatan di luar rumah, mulai dari berangkat pagi ke kantor dan pulang dari kantor sudah menginjak waktu magrib. Kurang bersua dengan keluarga, kurang mengetahui masalah yang dihadapi oleh anak-anaknya, maka saat ini adalah kesempatan yang baik. Kesempatan berkumpul, bercanda tawa, saling berkomunikasi antara anak dengan orangtua, dan mungkin lebih mengetahui lebih mendalam satu sama lain. Selain itu yang dari kecil telah mondok dan jarang bertemu orangtua. Bertemu orangtua hanya pada hari raya Idul Fitri, itupun juga harus membagi bertemu dengan kerabat dan tetangga. Setelah hari ketujuh Syawal, sudah kembali ke pondok. Nah, sekarang adalah kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan keluarga.
        Selain lebih dekat dengan keluarga, melakukan aktivitas di rumah juga mengurangi nafsu kita untuk ghibah kepada orang lain  bukan? hehe.
Coba kita telaah, setiap bertemu seseorang pasti timbul sedikit atau banyak menghibah seseorang, benar tidak? Dengan melakukan kegiatan di rumah kita lebih merasa banyak menghabiskan waktu untuk belajar. Mulai dari belajar memasak, membersihkan rumah, olahraga, membaca buku, lebih banyak belajar yang awalnya mememang kegiatan tersebut belum pernah kita lakukan, dan yang lebih mengejutkan lagi kita semakin dekat dengan sang Pencipta. Lebih banyak dzikir, karena berharap kepada  Allah segera mengembalikan keadaan bumi pertiwi ini untuk segera membaik.
        Banyak lagi hal atau kegiatan yang bisa kita manfaatkan ketika kita di rumah saja. Kalau dipikir-pikir, iya juga ya? Coba yang awalnya sibuk diluar, kurang menyisakan waktu untuk membaca, dengan dirumah saja bisa menghabiskan berpuluh-puluh bacaan, mulai dari buku novel, buku cerpen, buku ilmiyah dan lain sebagainya untuk meningkatkan diksi dalam dunia kepenulisan. Jika kehabisan bacaan dapat langsung download, tanpa harus ada alasan keluar rumah untuk mencari atau membeli buku.
       Dalam menyikapi hastag #dirumahaja tidak perlu mengeluh karena tidak dapat melakukan banyak hal, karena sebenarnya kita bisa melakukan kegiatan di rumah namun belum menyadarinya. Strategi memanage emosional juga berperan dalam menumbuhkan semangat kita dalam melakukan aktivitas di rumah. Bukan hal yang menjadikan beban atau bahkan membuat putus asa pada suatu hal. Belajar tetap bisa, walaupun dalam tanda kutip "katanya" kurang maksimal. Memang melakukan hal dengan online terkadang kurang memuaskan atau kurang maksimal, tetapi jika kita  berfikir kedepan dan selalu bersikap serta berbuat secara positif inilah kesempatan kita untuk banyak belajar dan terus berkarya. Marilah kita sikapi keadaan ini dengan lapang dada dan pemikiran yang terbuka.

Malang, 13 April 2020
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar