Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

APLIKASI PEMBELAJARAN, SAAT CORONA MENYERANG


Oleh : Siti Khoirun Niswah

        Beberapa minggu ini berita mengenai wabah Corona sangat mengguncangkan dunia. Akibat tersebarnya virus Corona di Indonesia ini, menyebabkan berbagai aktivitas atau kegiatan harus diselesaikan di rumah. Hingga berbagai istilah mulai bermunculan, seperti istilah #dirumahaja, physical distancing, lockdown, dan lain-lain. Munculnya istilah #dirumahaja ini merupakan himbauan dari pemerintah pusat untuk melakukan segala aktivitas di rumah, hal ini bertujuan agar tidak terjadi penyebaran virus yang sekarang sedang merabah di seluruh penjuru dunia.
        Semua instansi mengeluarkan himbauan mengenai aktivitas yang harus dilakukan di rumah. Mulai dari instansi perusahaan, perkantoran sampai pendidikan. Bahkan masjid yang seharusnya ramai dengan jama’ah, sekarang ini mulai sepi dengan adanya himbauan tersebut. Program pendidikan juga semuanya dilakukan di rumah, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, juga serangkaian kegiatan masyarakat seperti pengajian, undangan nikah, dan kegiatan lain yang berkelompok harus diberhentikan sementara sampai mendapat keputusan dari pemerintah tentang amannya Negeri ini.
        Mereka yang bergelut dalam dunia pendidikan harus rela menggunakan berbagai cara untuk tetap menjalankan aktivitasnya dalam belajar, yang sekarang ini biasa disebut dering. Guru dan siswa atau dosen dengan mahasiswa menggunakan berbagai aplikasi untuk tetap dapat melakukan pembelajaran. Mulai dari vidio call melalui whatsApp, aplikasi Zoom, Google Classroom, dan sebagainya. Saat ini yang sedang trending untuk pembelajaran ialah aplikasi zoom dan google classroom. Dalam berbagai aplikasi yang disajikan, pasti terdapat nilai positif dan negatifnya.
Beberapa masyarakat yang di rumah telah menyediakan wifi sebagai alat untuk menghubungkan internet, merasa aplikasi zoom sangat membantu dan mempermudah pembelajaran. Karena aplikasi zoom tersebut didesain dengan menggunakan vidio call. Perbedaan dengan whatsApp adalah pada jumlah yang dapat dividio call. Aplikasi zoom dapat memuat vidio conference hingga 100 orang secara bersamaan, namun untuk vidio call melalui whatsApp hanya terbatas maksimal empat orang. Sehingga sebagian besar dosen dan guru menggunakan aplikasi zoom sebagai alat pembelajaran. Aplikasi Zoom ini selain memudahkan para guru dan siswa juga kurang menguntungkan bagi masyarakat yang terbatas oleh kuota data. Sebab zoom ini aplikasi nomer satu yang menghabiskan banyak kuota data.
        Aplikasi zoom ini sangat bermanfaat untuk digunakan dalam pembelajaran ataupun meeting online. Dalam artikel unitdigital.com tercatat aplikasi nomor satu dengan nominasi paling banyak pengguna di dunia. Namun dalam artikel unitdigital.com juga dijelaskan beberapa bahaya aplikasi zoom bagi penggunanya. Pertama, menggunakan aplikasi zoom dapat melacak lokasi pengguna, sehingga pengguna tidak dapat memiliki privasi mengenai lokasi meetingnya. Kedua, aplikasi Zoom dapat mengundang zoombombing atau diistilahkan sebagai serangan hacker. Ketiga, bocornya pengguna email. Karena insiden tersebut orang lain bisa mendapatkan email dari pengguna zoom dengan sangat mudah.
        Berbagai aplikasi pasti memiliki dampak positif dan negatif, untuk itu sebagai masyarakat, kita patut untuk menelusuri positif dan negatif tentang penggunaan suatu aplikasi.  Dengan demikian kita sebagai masyarakat dapat berhati-hati dalam menggunakan berbagai aplikasi di musim wabah virus-virus yang mengganggu penjuru dunia ini.
Referensi : unitdigital.com

Malang, 5 April 2020
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar