Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PERANG COVID-19



Oleh: Fathimatuz Zahro’

Berbayang kedatangannya pun tak pernah
Tegur sapa atau bahkan bersalaman pun tak sejenak pun terbesit
Namun kini kehadirannya merajalela
Siap memeluk tak pandang usia...
Tua muda miskin kaya bayi dewasa
Semua dipandang sama bak lama tak sua

Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Wabah penyakit kini menjadi momok yang paling mengancam diluar rumah. Dahulu sakit batuk adalah hal biasa atau bisa jadi hal yang sangat lumrah dialami oleh warga Indonesia. Suhu badan tinggi akan mudah ditangani oleh tangan biasa. Cukup siapkan handlap yang sudah direndam air dingin maka suhu badan akan berangsur turun. Ramuan tradisional yang masih diyakini hingga kini adalah tumbukan bawang merah dicampur minyak kayu putih. Sudah ampun redakan panas.

Namun kini batuk dan panas tidak selumrah biasanya. Kehadirannya sungguh menakutkan. Bahkan sungguh-sungguh tidak diharapkan. Bukan tanpa sebab. Wabah penyakit Corona Virus atau disebut juga Covid-19 adalah musuh terbesar di dunia saat ini. Kedatangannya yang tiba-tiba dan mampu menumpas ribuan orang dalam seluruh dunia. Sangat tidak bisa dianggap remeh. Gejala awal yang dimunculkan adalah sakit tenggorokan dan suhu badan diatas normal. Pun tanpa gejala apapun sudah dapat terjangkit virus ini.

Gembar-gembor pola hidup sehat yang sebelumnya dilakukan ala kadarnya kini benar-benar terjaga. Pola cuci tangan dengan sabun sedang gencar dilakukan. Belum lagi komposisi penunjang anti septik yang juga mulai menghilang dari pasaran. Harga pasaran alat kesehatan melonjak hingga 10X lipat. Mendadak banyak orang pintar ahli kesehatan. Meracik cairan anti septik bermodalkan youtube dan kemudian dijual dalam kemasan-kemasan tak berlabel. Sungguh hebat.

Tidak hanya itu. Wabah ini mampu memunculkan aturan-aturan yang harus dipatuhi. Lembaga pendidikan dipasifkan, pekerjaan dikerjakan di rumah, kuliner hanya melayani take away, hingga destinasi wisata ditutup. Ada apa gerangan?

Tenaga medis berada pada garda depan memerangi ancaman nyata ini. Menjadikan dirinya sendiri sebagai tameng. Hingga bayangan akan ‘gugur’ mampu disingkirkan demi kemanusiaan. Kapasitas rumah sakit melonjak tinggi. Tidak sesuai dengan daya tampung. Alat-alat medis mulai sulit didapat. Ada apa ini?

Lekas sembuh bumi ku....








Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar