Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MENJAGA DIRI DENGAN KEBIASAAN DIRI



Oleh : Siti Khoirun Niswah

         Berbagai penyakit di dunia ini sering tanpa disadari bermula pada hal-hal kecil yang sering kita jalani, seperti penggunaan Handphone. Sesering apa kita memegang dan memandang Handphone? Yah, dari masing-masing individu pasti dapat mengukur sendiri kan. Setiap hari pasti tangan dan mata tidak lepas dari yang namanya handphone. Namun sering memandang layar handphone ternyata dapat menjadikan mata cepet lelah dan gampang sekali mengantuk, benar tidak?. Menurut artikel yang dimuat HaloSehat.com, seringnya mata mengantuk bukan hanya karena kelelahan dalam melakukan aktivitas saja. Melainkan juga kemungkinan besar terindeksi oleh radiasi pada Handphone. Hal membahayakan yang dapat mengganggu organ manusia salah satunya adalah radiasi pada handphone, diantaranya penggunaan ponsel yang tidak benar dan tidak mengenal batas waktu. Apa saja bahaya radiasi handphone bagi manusia? Lalu bagaiamana cara mencegah terkena radiasi tersebut?
  Dalam artikel HaloSehat.com menyebutkan beberapa bahaya radiasi diantaranya, yang pertama kerusakan otak. Gelombang elektromagnetik pada ponsel terdapat radiasi yang sangat kuat yang dapat menembus ruang hampa dan jaringan otak. Sehingga memicu akustik neuroma yang menyebabkan tumbuhnya kanker. Namun kita dapat menghindari hal tersebut dengan tidak meletakkan handphone disebelah kepala ketika posisi kita dalam keadaan tidur, baik pada siang hari ataupun malam hari. Sebab ketika kita dalam posisi tidur, otak sedang beristirahat, sehingga radiasi lebih mudah dan cepat masuk pada jaringan otak.
  Kedua, gangguan tidur. Kecanduan menggunakan handphone berdampak buruk bagi manusia baik dewasa maupun anak-anak. Keseringan menggunakan aplikasi pada handphone memicu seseorang merasakan gelisah yang berlebihan, benar tidak?. Kegelisahan tersebut menjadikan seseorang sulit untuk tidur. Sebab rasa penasaran pasti tumbuh, hingga otak tidak ada cela untuk beristirahat. Walaupun sekarang ini berdasarkan keputusan pemerintah himbauan untuk di rumah, namun sebagai masyarakat yang sehat kita juga harus bisa mengurangi penggunaan handphone secara berlebihan. Apalagi banyaknya tulisan yang dimuat tentang virus corona menjadikan seseorang bersikap negatif, hingga muncul kegelisahan dan kepanikan sampai tidak melepas handphone dari genggaman tangan. Sebaiknya kurangi memandang handphone secara berlebihan dan berilah kesempatan otak untuk beristirahat, serta imbangi dengan  banyak membaca buku
  Ketiga, tubuh lebih lelah dan raut wajah cepat keriput. Semakin sering memandang handphone radiasi akan semakin terpancar yang menyebabkan saraf-saraf seputar kepala dan wajah menjadi tegang dan terlihat stres dan terkesan keriput. Hal tersebut menjadikan aliran darah tersendat dan tubuh terasa lemas dan kurang bergairah. Hal ini yang harus kita hindari, bagaiamana caranya menghindarinya, jika semua tugas belajar dibebankan pada penggunaan handphone? Sesering mungkin kita harus dapat  memalingkan pandangan dengan handphone. Imbangi dengan makanan sehat seperti buah dan sayur. Gunakan penggunaan handphone ketika benar-benar dibutuhkan saja. Sehingga waktu dan pandangan kita tidak terfokus pada handphone secara terus menerus.
Sebenarnya masalah kesehatan dalam penggunaan Handpnone sangat banyak. Namun hal-hal kecil yang yang harusnya kita perhatikan sering terabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti menggunakan handphone sampai tidak terasa kita tertidur sampai ketika bangun handpnone masih menyala, sering bukan seperti itu? hehe. sering memandang handphone sehingga lupa jika ada kegiatan lain yang harus dilakukan. Maka dari itu, sehatkan diri melalui hal-hal kecil sebelum hal besar menimpa diri. Tanpa menyadarinya hal tersebut berasal dari kekurangan kita dalam memperhakitan hal-hal kecil disekitar kita.
Referensi: Halosehat.com

Malang, 30 Maret 2020
Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar