Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MARI MENJEMPUT SENJA BERSAMAKU



Oleh: Nur Sholikhah


Mari duduklah di sebelahku,
Di bawah lambaian daun-daun bambu
Di samping sungai yang kupuja dulu
Yang kini airnya telah keruh
Bercampur bahan kimia yang kita sama-sama tidak tahu

Mari berbincang tentang masa lalu
Masa di mana kita masih bisa menerbangkan layang-layang di langit biru
Berlari, berkejaran lalu duduk manis mengunyah tebu
Menikmati belaian angin yang kini tak lagi dingin
Karena sawah-sawah lupa menanam padi dan tebu
Berganti dengan susunan beton dan semen yang kukuh

Mari bercengkrama kembali
Di pagi tanpa nyanyian burung dan lembutnya embun
Orang-orang kini lebih suka menyanyi sendiri
Di balik tirai-tirai rumah yang megah
Dan lampu-lampu yang berwarna

Mari memandang luka
Tentang sakitnya tanah-tanah yang kehilangan kebebasannya
Tentang burung dara yang tak bisa lagi terbang mengepakkan sayapnya
Tetang sumur-sumur yang tak tampak lagi permukaannya
Atau tentang nasib kita yang kini sudah menua
Dan mulai menjemput senja

Kubilang dunia sudah berubah
Dan kau mengangguk penuh dengan kata iya
Lalu perlahan-lahan air matamu jatuh di telapak tanganku
Yang kini dingin dan kaku
Kita sama-sama mengenang
Kita sama-sama tenggelam
Air matamu sudah sampai sebahu
Sedang air mataku tak dapat lagi luruh

Kubilang dunia semakin sesak
Dan kau menggelengkan kepala sambil berkata tidak
Apa maksudmu?
Gedung-gedung rapat berdiri, berhimpitan saling berteriak
Jalan-jalan sudah penuh dengan mesin yang suaranya memekak
Berisik, mengganggu pagi dan malamku bersamamu
Lalu kau berbisik pelan di balik rambut putihmu
Bahwa kau selalu merasa lapang berada disisiku
Ah, senja sebentar lagi tiba
Dan entah aku atau kau yang lebih dulu terkubur di sisa-sisa tanah depan rumah
Yang hanya sejengkal
Atau kita akan sama-sama terpendam
Di bawah atap rumah kita sendiri
Bersama pagi tanpa nyanyian burung kenari


Malang, 9 Maret 2020
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar