Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KERAJAAN YANG TERTINGGAL

Cerita sebelumnya: Usai seluruh putra mahkota Raja turun dari kamarnya, juga seluruh tetekbengek pesta telah disiapkan. Guru Barzah pun memulai pesta ini, tapi hal itu ditepis oleh Paman Ubed sebab masih ada dua kerajaan lagi yang belum tiba di istana. Tak berselang lama, satu kerajaan melangkah masuk istana. Niat hati Guru Barzah menunggu satu rombongan lagi dari kerajaan yang belum tiba, tapi Raja nampak gusar sebab waktu yang telah menyiang.


Oleh: Ahmad Nasrul Maulana

     Usai mendapatkan perintah dari Paman Anjal, tanpa berfikir panjang Guru Barzah membangkitkan diri dari duduknya, bersiap untuk memulai pesta jamuan ini. Sebagai Putra Mahkota tertua, aku harus terlihat lebih gagah dan berwibawa di hadapan para tamu istana, kepiawaianku dalam berburu merupakan kelebihan yang tidak dimiliki oleh delapan saudaraku yang lain.
     "Yang mulia, perkenankan tamu-tamu istana memperkenalkan kemasyhuran kerajaannya di hadapan kita, lantas meminang diantara kesembilan putra Raja untuk Putri jelita mereka." Guru Barzah menjingkat selangkah dari tempat berdirinya untuk mempersilahkan kerajaan pertama membuka pesta ini dengan menunjukkan keagungan mahligainya. Sejurus kemudian seisi ruangan sunyi, seluruh kepala menerjap ke arah dua sosok penuh kharisma yang diekori gadis anggun menawan berjalan mendekati Raja, gaun malam bermotif klasik dipadu dengan warna kulit langsat semakin menambah keelokan wajah berambut lurus semampai yang tertengger mahkota kristal menghiasinya. Benakku bergumam, siapalah diantara kita yang akan beruntung memperistri gadis manis itu. Sebelum pesta ini diselenggarakan, Raja memang pernah membincangkan putri-putri cantik keturunan penguasa, bahkan ia berharap supaya kita menjadi pewaris tahta kekkuasaan menggantikan mertua kita. Semua saudaraku tergiur dan tak sabar untuk segera bersua dengan gadis-gadis cantik putri kerajaan tetangga. Oleh karena itu, Raja mengadakan pesta ini untuk memenuhi hasrat putra-putranya.
     "Yang saya hormati, Raja Ad-Du'ali beserta para penasehat dan perdana menterinya. Tak lupa pula kerajaan-kerajaan lain yang telah hadir di pesta besar musim panas ini. Dengan rasa bangga sedalam samudera dengan rasa terimakasih sejingga langit senja, perkenankan kami untuk memperkenalkan kerajaan kami di hadapan anda semua. Saya Raja Dihyat dan Ratu Nida' dari kerajaan Kitabah." Setahuku Kitabah adalah kerajaan terletak di ujung kulon dari jajaran kerajaan jazirah Adab Araby. Kerajaan ini terkenal dengan sistem administrasinya yang tersistematis. Tak jarang mereka menyabet penghargaan dalam kompetisi surat menyurat setiap tahunnya. Letaknya yang jauh dari kerajaan ini, menumbuhkan rasa tak sampai hati jika menolak pinangan mereka. Tapi ku pikir itu tidak mungkin, sebab sorotan mata putri Kholidah seakan memantra As Shoib untuk terus menatapnya.
     "Selepas kami berunding dengan keluarga istana, telah diputuskan bahwasanya kami sepakat untuk meminang As Shoib putra Burhan sebagai pasangan putri kami." Timpal Ratu Nida' menambahi. Dengan wajah laksana purnama ke duabelas, Shoib berjalan gagah memecah keriuhan pesta yang bersorai tatkala ia mendekati Putri Kholidah. Wajahnya yang anggun sangatlah serasi jika disandingkan dengan Shoib putra Faizah. Usai kerajaan Kitabah memperkenalkan kerajaannya dengan memilih Shoib sebagai pemimpin bagi putrinya, Guru Barzah kembali mempersilahkan kerajaan berikutnya. Kali ini Zuki yang dipilihnya sebagai pangeran dari Putri Hany Zahra pewaris tahta dari Raja Gazal dan Ratu Liyana pemimpin kerajaan Nadzariyah. Kemudian Muchlis dipinang oleh Raja Fazlur dan Ratu Setya sebagai penerus kejayaan Imla' bersama Ratunya nanti Putri Tiara. Kerajaan Imla' adalah terbilang paling mudah dibanding kerajaan lainnya, hebatnya mereka mampu menandingi kegemilangan kerajaan-kerajaan lainnya. Menakjubkan. Lalu kerajaan Qiro'ah yang dipimpin oleh Raja Luthvi dan permaisuri cantiknya Ratu Nurma akan menyandingkan Ilham dengan Putri Zona untuk mengarungi bahtera berdua. Raja Fariqul dan Ratu Shofia menarik satu satunya putra Ratu Ayu Dhiva yakni Baldan putra Burhan yang akan memperistri Putri Ukhrowiyah. Begitupun dengan Kholis yang tak kalah beruntung akan menjadi pemimpin di kerajaan Nahwu yang mana kerajaan ini sangatlah tersohor sejazirah. Raja Rizani dan Ratu Endah sangat cekatan dalam memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Biasanya saat peceklik bertandang, tatkala semua kerajaan kehabisan bahan pangan, hanya kerajaan Nahwulah yang masih punya banyak simpanan, jadi tak salah jika dijuluki lumbung jazirah. Wilayahnya yang berada di hilir sungai Gangga, sungai yang dianggap suci oleh pribumi yang bermukim di sekitarnya, juga tanahnya yang sangat subur membuat banyak tanaman tumbuh melimpah disana. Tak hanya itu, Putri Wardah juga dikenal sebagai gadis yang terbilang cukup mahir dalam berbisnis, keahlian itu ia warisi dari ayahnya. Selepas Kholis, kini giliran Zaid yang ditunjuk oleh kerajaan Ma'any di bawah kekuasaan Raja Rabbani dan Ratu Anna sebagai pendamping putri jelitanya yang bernama Putri Unzila. Kerajaan terakhir, yakni tetangga dari kerajaan Kalam yang dipimpin oleh Raja Muqoddambillah dan Ratu Rahmawati, mereka memutuskan Ziyad sebagai pewaris tahta kerajaan Maajim dengan bersama Putri Rahma.
     Sejauh ini delapan kerajaan telah meminang saudara-saudaraku untuk dijadikan sebagai pangeran bagi putri mereka serta penerus tahta kekuasaan di masing-masing kerajaan nantinya. Kini tinggal aku seorang. Dalam hati aku bersyukur atas hal ini, karena memang sejak awal aku tidak begitu tertarik dengan pesta perjodohan ini. Sebenarnya pesta ini merupakan bentuk hukuman yang diberikan Raja terhadap kita semua. Berulang kali Raja menerima laporan bahwa kesembilan putra mahkotanya bertingkah biadap kepada gadis-gadis dari kalangan rakyat biasa. Raja sangatlah benci jika tahu bahwa kami sedang menggoda gadis-gadis desa bahkan sampai merajut rasa. Sangat menjatuhkan citra martabat keluarga istana. Untuk itu Raja sesegera mungkin mencari jalan keluar dengan memperkenalkan gadis-gadis sekasta dari kalangan Raja. Jika hal itu terjadi, maka aku akan dicaci habis-habisan oleh Raja. Namun cinta tak bisa dipaksa dan hati juga tak mudah untuk diarah, rasaku telah tertawan oleh gadis cantik dari kalangan rakyat biasa. Entah dimana kini ia, tak dapat ku bayangkan bagaimana perasaannya saat tahu ihwal pertunangan ini. Aku ingin menemuinya agar ia tidak menaruh harapan kepadaku lagi, harapan yang hanya berujung luka belaka.
     "Raja, perkenankan saya untuk keluar istana, ada hal penting yang harus hamba laksanakan". Bisikku pelan
     "Kau hendak kemana Zid, tak lama lagi Putrimu akan segera tiba. Ohh . . Apa mungkin kau sudah tak sabar lantas keluar untuk menjemputnya ??". Tukasnya seraya memainkan jenggot lebatnya juga sesekali tertawa kecil menggodaku. Aku hanya menganggukan kepala mengiyakan perkataannya, yang terpenting aku bisa keluar istana lalu menemui gadis sederhana itu.

Coming Soon "Gadis di ujung desa".

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar