Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

DIISOLASI? KINERJA OTAK JANGAN VAKUM


Oleh: Nety Novita Hariyani

Sedang hangat diperbincangkan sekarang terkait dengan wabah yang menjangkiti manusia di seluruh penjuru dunia. Banyak yang memperdebatkan asal muasal virus ini ada, ada yang berpendapat adanya virus ini sebagai konspirasi untuk memperoleh keuntungan di bidang medis, ada juga yang berpendapat virus ini sengaja dibuat untuk persiapan perang dan masih banyak lagi teori lainnya. Namun teori-teori ini masih diragukan karena tidak ada bukti yang kuat untuk menunjukkan teori tersebut.

Berbicara mengenai akibat dari adanya virus corona, segala bentuk kegiatan diluar rumah terutama kegiatan yang membutuhkan khalayak ramai dihimbau oleh pemerintah untuk memberhentikan sementara kegiatan tersebut hingga keadaan benar-benar membaik. Pasalnya virus ini mewabah dengan cepat dan banyak korban yang harus tutup usia akibat terjangkiti virus ini.

Lalu apakah kita harus isolasi dirumah? Untuk saat ini perlu kiranya untuk mengikuti himbauan pemerintah #dirumahaja karena berdasarkan statistik penderita corona kian hari kian meningkat, ditambah  lagi  fasilitas yang dimiliki rumah sakit yang ada di negara +628 masih kurang dalam penanganan corona. Maka dari itu, daripada kita terjangkiti kemudian merugikan orang lain, lebih baik kita mencegah dari awal. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Isolasi dirumah bukan berarti kinerja otak kita juga berhenti. Masih banyak kegiatan indoor yang dapat kita lakukan seperti menulis suatu karya, membaca buku, dan belajar. Keterampilan yang kita miliki bisa kita kembangkan dengan bantuan digital, tidak harus bertatap muka. Pemberlakuan social distancing juga tidak menuntut kita untuk tidak saling berinteraksi satu sama lain lewat media sosial. Dalam hal kegamaan, waktu yang kita miliki harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk senantiasa beribadah terutama berdoa semoga wabah ini dapat teratasi segera mungkin.


Namun masih banyak yang kurang sadar akan bahayanya virus ini, mereka menyepelekan penyakit ini bermodalkan “keyakinan”. Keyakinan memang hal yang paling penting, tetapi juga harus dibarengi dengan ikhtiar. Banyak juga dari mereka tetap melakukan aktivitas di luar ruangan bukan semata kehendak mereka melainkan keadaan ekonomi yang kurang mencukupi sehingga memaksa mereka untuk berjuang ditengah merebaknya virus ini. Dengan adanya tulisan ini, saya harap pembaca dapat dengan bijak menyikapi permasalahan yang terjadi sekarang. Ayo bantu pemerintah untuk meminimalisir merebaknya penyebaran virus corona!.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar