Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

RUPIAH DALAM CINTA


Oleh: Syahid
Hari itu ku diselimuti pikiran-pikiran yang membuatku harus berfikir keras, ada banyak tugas kampus dan pekerjaan pondok lainya yang harus ku selesaikan, lain lagi uang jajan untuk bulan ini sudah mau menipis karena kebutuhan diawal semester entah, dari buku matakuliah,makan,  lain lagi si Motor ku Si Blacky yang harus masuk bengkel.  Memang si setiap bulanya aku dapat kiriman dari orang tua tapi menurutku itu belum cukup untuk memenuhi hidup ku dikota metropolitan ini,.
Embun pagi mulai berhampar diatas sadel motor yang terparkir di depan pondok, dering hp dari kamar ku terdengar bisik, ternyata itu  panggilan telpon dari ustadzku dibatu  yang juga lagi ngambil pasca sarjana di kampus 2, entar kebetulan atau  memang rejeki dari Tuhan beliau nawarin kerjaan di tempatnya, kebetulan aku juga lagi kurang bulan ini “ fikir ku saat itu “ ya walaupum itu cuman pekerjaan harian  tapi lumayan lah bisa nambah nambah untuk biaya hidup, anak rantau mah kalau kerja engga usah gengsi-gengsi lagi pula engga ada yang kenal kok “kata ustadz ku” di telpon
Aku bersama teman ku Rian yang juga masih satu  pondok denganku berangkat bersama . Pagi itu dengan semangat pagi kami berangkat untuk mengumpulkan sebongkah rezeki, ya maklum lah Mahasiswa, hidupnya adalah perjuangan dan matinya dalah jihad kata salah satu teman ku dikamus “kan penuntut ilmu jadi jihad fisabilillah”. Sesampainya di sana kami tidaknya hanya berdua tapi ternyata banyak mahsaiswa pasca yang juga kerja disana. Kami mulai kerja untuk beberapa pekerjaan kecil seperti lap lap piring dan bantu angkat angkat barang, menurut ku kerjaanya lumayan santai bersama sama sambil diskudi diskusi kecil bersama para senior pasca,
Mulai membuka karpet untuk kita duduk sama sama melakukan pekerjaan, sambil diskusi awalnya mereka diam diam sambil memulai kenalan “ syahid dari sulawesi” dan ternyata rata rata dari mereka adalah seorang perantau juga, ada yang dari sumatra, kalimantan dan jugag sulawesi banyak disana, yang notabenen mereka baru aku kenal karena tidak ikut di organisasi daerah dimalang, aku pun mulai membuka pertayaan untuk diskusi kecil mengenai mata kuliah yang aku kurang paham di kampus dan Alhamdullah banyak pelajaran dari mereka yag dapat kami ambil terutama motivasi hidup, kata salah satu mahasiswa yang mengambil program Doctor di kampus 2 “saya kerja keras, karena saya sadar bukan anak orang kaya”, itu kata yang kembali memompa semangat belajar ku
Sampai matahari mulai tergelincir di upuk mata kami pun masih bekerja menuntaskan pekerjaan, saat azan magrib kami mulai istirahat untuk shalat dan makan malam, selepas magrib suasa kembali seperti semula kami kembali menuntaskan pekerjaan, seketika pak udung (kordinator pekerja) memanggil saya, kamu yang disana sini, iya pak ada apa, kamu panggil teman mu 8 orang untuk itu ke bantu di hotel santika, waw di benak ku kerja di hotel pasti enak ni, kami berangkat bersama supir menuju hotel santika di kota malang kira kira setengah jam perjalanan, waktu isya telah tib atapi kami tetap dalam pekerjaan,sesampai dihotel kami hanya menunggu tampa sebuah pekerjaan disana smapai larut malam tiba kira kira pukul 23:00  kami mulai pekrjaan sampai larut malam dan istirahat diwaktu itu.
Kami pulang dilarut malam dengan si backy julukan untuk motorku disitu aku merenung akan sebuah pekerjaan yang teryata segais 1 perak untuk hidup itu bukan hal yang mudah, butuh kerja keras dan cinta, karena dengan kerja keras dan cinta akan mematahkan kata mengeluh dan putus asa, kerja lah karena cinta dan kembalilah untuk cinta.
 Wassalamu alaikum wr.wb.............


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar