Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PARADIGMA SANTRI DALAM PELESTARIAN BUDAYA DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI


PARADIGMA SANTRI DALAM PELESTARIAN
BUDAYA DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI

Oleh: Roychan Uzaqqi


Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikanya. Begitulah gambarang budaya di Indonesia. Di setiap tempatnya memiliki budaya yang khas yang diperoleh secara turun temurun, yang menggambarkan jati diri penduduk di daerah tersebut. Oleh karena itu, diperlukan budaya yang positif untuk melahirkan karakter yang positif (akhlakul karimah). Lantas, apakah pesantren adalah tempat yang tepat ?.

Tentu, karena lingkungan pesantren memiliki tiga hal yang melekat di dalamnya, yaitu sosial, religi, dan edukasi. Tiga hal inilah yang terkandung dalam budaya ala pesantren, diantaranya:


  • Srawung dan berbagi. Hidup bersama orang banyak dengan kesederhanaan di pesantren menuntut santri pandai bersosialisasi dan menekan ego untuk saling berbagi.

  • Rajin ibadah. Tentu sudah jelas jika pesantren berlatar belakang agama. Sehingga unsur religi kental di dalamnya. Sholat berjamaah di awal waktu, serta mengaji Alquran dan kitab kuning adalah rutinitas para penyandang gelar santri.

  • Semangat belajar. Selain berperan sebagai lembaga agama dan dakwah, pesantren adalah tempat yang kaya akan ilmu. Kompetisi dalam mencari ilmu adalah hal yang wajar sebagai wujud semangat belajar.


       Seiring dengan berkembangnya teknologi, perubahan kebudayaan pun pasti terjadi. Karena keduanya saling mempengaruhi. Sebagai santri yang tanggap akan hal itu, perubahan kebudayaan dimanfaatkan untuk mengembangkan kreativitas santri dengan tetap mempertahankan budaya lama yang masih baik. Pernyataan ini sesuai dengan salah satu ciri ajaran ahlussunah wal jamaah yang dipraktekan NU yaitu sikap at-tawasuth. Sedangkan dengan berkembangnya teknologi para santri bisa mengembangkan sistem informasi baik dalam manajemen di pesantren, karena pemanfaatan teknologi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

       Perkembangan teknologi yang terjadi sangat pesat pada era globalisasi justru menjadikan para santri yang menyalahgunakan perkembangan ini. Mereka berlomba-lomba untuk tetap eksis di jejaring sosial agar tidak dianggap sebagai santri statis. Para santri terlalu terlena dengan kemajuan teknologi yang ada sehingga membuat mereka melupakan tujuan utama belajar di pesantren.mereka juga secara tidak langsung sedikit demi sedikit melunturkan budaya luhur bangsa dengan canggihnya teknologi. Padahal sebagai generasi penerus bangsa kita mempunyai kewajiban untuk melestarikan keanekaragaman budaya lokal sehingga dapat dikenal oleh khalayak internasional.

      Seperti yang kita tahu, kemajuan teknologi seakan mengubah segalanya. Banyak orang zaman sekarang terpengaruh oleh kecanggihanya. Terutama kalangan remaja, yang mudah tertarik terhadap sesuatu yang baru. Tetapi remaja santri pastinya berbeda dengan remaja lainya. Sebab, seorang santri telah dibekali dengan pengetahuan islam, iman, dan ihsan yang memungkinkan santri tetap teguh pendirian dalam melestarikan budaya indonesia yang telah mbalung sumsum, tanpa rasa takut akan ketinggalan zaman akibat kemajuan teknologi.

      Sebagai seorang yang membawa embel-embel santri, kita tidak seharusnya mudah terpengaruh  dampak negatif dari globalisasi akibat canggihnya teknologi. Justru, dengan semakin berkembangnya teknologi, alangkah baiknya bila kita manfaatkan untuk hal-hal yang baik dan bermakna. Seperti media pembelajaran, dakwah, komunikasi, dan lain-lain. Dengan begitu orang-orang diluar sana akan berpikir bahwa para santri itu dinamis, kreatif, inovatif, serta tetap menjunjung tinggi budaya bangsa.
Selangkah lebih maju dalam prestasi dengan ilmu amaly dan amal ilmy.




 Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar