Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

JALAN YANG TAK SEMUA ORANG TAHU ESP. 1



Oleh: Rizal Khaqul Yaqin
 


 






Hari yang sangat indah tentunya bagi Sumi, sebentar lagi Ia akan menikah dengan orang yang sudah lama ia kenal, dan setahun lalu telah melamarnya. Kamil, adalah laki-laki yang berhasil menaklukan hati Sumi, putri seorang Dosen teknik di Kampus Negeri terbaik seantero Kota, sedangkan Kamil pun tak kalah, anak konglomerat yang sekarang tengah merintis perusahaannya sendiri.

Perjalanan cinta mereka tak berjalan mulus, sepuluh tahun lamanya Kamil terus berjuang untuk meluluhkan hati Pak Darto, ayah Sumi. Sebenarnya sampai hari-hari menjelang hari pernikahan mereka pun pak Darto Belum merestui hubungan mereka, hati Pak Darto luluh karna rayuan Sumi yang merupakan putri semata wayangnya. Sebenarnya Pak Darto Lebih setuju Laki-laki yang berlatar belakang akademis untuk calon suami anaknya, sampai-sampai ia pun sudah memilihkan calon yang tak lain adalah mahasiswanya sendiri. Tapi apa mau dikata, hari pernikahan sudah di depan mata.

Dari kemarin hari persiapan pernikahan merekapun dipersiapkan sebaik mungkin, maklumlah namanya juga anak satu-satunya. Juga kedua mempelai mempersiapkan kebutuhan mereka masing-masing. Sumi sibuk merias diri untuk tampil secantik mungkin, sedangkan Kamil juga sibuk untuk benar-benar meyakinkan calon mertuanya itu agar secara tulus menerima dia menjadi mantunya.

"Pak, hari pernikahan sudah di depan mata. Ini mungkin terakhir kali saya untul meminta restu dari panjengan, bagaimana pak?" Tanya Kamil, menemui Pak Darto disudut ruangan yang sepi.
"Iya Nak, bapak Restui" Jawab Pak Darto lirih.
"Terimakasih Pak restunya"
"Jaga anakku baik-baik" pinta Pak Darto.

Semua orang tak luput dari undangan pernikahan mereka, baik teman kuliah Sumi, rekan kerja Kamil juga para kolega dan keluarga besar Pak Darto, termasuk juga Hilman salah satu mahasiswa kesayangannya yang turut diundang.
Semua persiapanpun rampung, tinggal besok dimana hari perayaan akan di laksanakan.

Esok harinya....

Sedari pagi perasaan hati sumi gelisah tak tentu arah, bagaimana tidak calon suaminya yang rencananya datang 2 jam lagi, entah mengapa tak bisa dihubungi. Semua teman keluarganya pun sulit dihubungi. Sampai suatu saat ada orang yang menemuinya.
"Mbak Sumi diamana?" Tanya orang tersebut sambil berlarian terengah-engah,
"Iya ini saya, ada apa ya?" Jawab Sumi,
"Maaf mbak ada berita yang kurang menegenakkan dan harus saya sampaikan"
"Iya mas ada apa?" Saut Sumi sambil cemas dan curiga.
"Mas Kamil kecelakaan, dan sudah dinyatakan meninggal tadi saat mau dibawa ke rumah sakit"
"Apa?? Gak mungkin!!!" Saut Sumi sambil teriak dan menangis tersedu-sedu.

(Kamil mengalami kecelakaan mobil yang dikendarainya menuju tempat pernikahan, mobilnya terjun ke jurang dan terbakar hebat.)

Badannya pun langsung lemas, seperti tak mempunyai daya apapun tuk melanjutkan hidupnya. Keadaanya nyaris seperti orang ling-lung, raut mukanya seakan-akan tak percaya akan musibah yang kini menimpanya.

Tak sampai disitu, Pak Darto yang mendengar kabar tersebutpun sontak jatuh pingsan, serangan jantungnya kambuh, seakan menambah penderitaan Sumi. Hari yang seharusnya menjadi momen paling membuatnya bahagia, seketika berubah menjadi hari paling buruk dalam hidupnya..

Lanjut esp.2


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar