Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BAGAIMANA BISA MENUANGKAN AIR, JIKA BELUM TERISI AIR

Oleh : Siti Khoirun Niswah

Rangkaian cerita yang terjadi telah  menumbuhkan sebuah inspirasi untuk dapat mengubah pandangan setiap manusia yang memahaminya. Dalam kehidupan sering kali kita temui orang yang bercermin pada kehidupan oranglain. Terkadang memandang orang lain lebih sukses, berprasangka bahwa oranglain lebih pandai, kurang percaya diri dan hal-hal lain yang disangka berbeda satu sama lain. Akibat dari anggapan tersebut sering kali salah dalam menyikapi sebuah keadaan. Masalah yang awalnya dianggap hal kecil bisa menjadi besar, bahkan juga sebaliknya hal yang begitu penting dianggap seperti biasa saja. Maka dari itu, seseorang perlu menggali ilmu bahkan tak ada kata lelah dan menyerah.
Pentingnya sebuah ilmu pengetahuan sering kali diabaikan, pentingnya sebuah akhlak sering kali dilupakan, pentingnya sebuah sikap sering kali disalah gunakan. Hal itulah yang menjadikan manusia memiliki sikap dan pandangan bahwa dirinya tidak lebih baik dari orang lain. Takkan ada habisnya jika manusia sering mencari kesempurnaan. Karena hakikatnya manusia tidak ada yang sempurna. Manusia pernah merasakan sedih, bahagia, marah, kecewa. Namun juga harus bisa mengendalikan emosi  agar tidak berefek negatif pada orang lain disekitar. 
Seorang guru sekalipun, yang sudah di desaign untuk bisa dijadikan contoh, juga harus tetap belajar, menggali potensi yang dimiliki, menggali pengetahuan, membuka lapang dada untuk menerima keluh kesah sang murid, memberi kesempatan untuk mmbenarkan kesalahan-kesalahan orang lain, guru juga harus belajar tentang toleransi. Guru, sebagai contoh bagi setiap murid. Perkataan dan tindakan guru akan ditiru oleh murid. Kalau begini, apakah guru tidak boleh salah?
Guru adalah seorang manusia, wajar kalau memiliki kesalahan, wajar kalau pernah khilaf, wajar kalau memiliki segudang kekurangan. Apakah guru harus bisa menjadi yang sempurna?  Guru bukan orang yang sempurna, namun guru adalah orang yang lebih dahulu mengenal dan mendapatkan ilmu. Apakah setiap yang berhubungan dengan dunia pendidikan adalah kewajiban guru?
Secara teori memang pemegang kekuasaan dunia pendidikan adalah guru. Tetapi dalam sebuah management kependidikan, tidak semua harus dikerjakan oleh seorang guru. Guru adalah fasilitator yang tugasnya adalah sebagai pendamping dan distributor ilmu. Karena hakikatnya hanya Tuhan yang berkuasa memberi ilmu. Ketika seorang guru dituntut untuk bisa mengerjakan semua hal, apakah salah?  Tidak. Tidak salah, namun karena guru juga perlu belajar, maka guru juga mempunyai hak dan kewajiban untuk belajar, karena guru memiliki kewajiban mengemban amanah tentang pendidikan. Ibaratnya, bagaimana bisa kita menuangkan air, kalau didalam botol itu tidak ada air sama sekali? Hehe

Setiap guru adalah contoh, setiap guru adalah inspirasi, setiap guru adalah teladan, setiap guru adalah inovasi, setiap guru adalah pembentuk karakter. Jadi, setiap guru juga harus mengisi air sampai penuh, agar air tersebut bisa dituangkan. Semakin banyak mengisi air, semakin banyak pula air yang dapat dituangkan. Artinya semakin banyak pengetahuan yang digali oleh guru, akan semakin banyak pula ilmu yang dapat disampaikan kepada para penimba ilmu. 

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar