Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SI MERAH ANC PEMBAWA BERKAH



Oleh : Neng Sumiyati

                        
     

Cacing kerap kali dianggap menjijikan karena memiliki struktur tubuh yang kurang enak dipandang, begitu kira-kira pendapat kebanyakan orang. Namun perlu diketahui bahwa cacing menjadi suatu manifestasi luar biasa di desa KasembonKecamatan Bululawang, Kab. Malang. Yang mana menjadi sebuah ladang pekerjaan bagi masyarakat di sana.

Pak Nuri namanya, salah satu warga yang membudidayakan cacing jenis Anc atau disebut sebagai African Night Crawler (ANC). Usaha ini, suadah beliau tekuni sejak tahun 2016. Namun menurut penuturannya, usaha budidaya cacing ini tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan beliau, bahkan pernah beliau menghentikan proses budidayanya untuk beberapa bulan, karena setiap perusahaan memiliki titik dimana harus memompa kembali semangat kewirausahaannya.

Untuk dapat membudidayakan jenis cacing Anc ini, Pak Nuri memiliki beberapa lahan yang luas serta dirimbuni pohon Sengon, yang mana bertujuan untuk menjaga sinar matahari agar tidak bisa terpapar langsung dengan cacing. Karena cacing hanya dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat pada permukaan tanah yang lembap.

Dalam proses mengembangkan budidaya cacing ini, pak Nuri menggunakan kompos dari pabrik gula yang ada di desa Kasembon, sehingga ada kerjasama antar pengusaha satu dengan yang lainnya. Proses karjasamanya juga tidak hanya dari kompos saja namun juga lahan yang digunakan untuk proses perkembangbiakan cacing jenis Anc ini, sehingga tidak heran jika bukan hanya pak Nuri saja yang memiliki lahan tanah untuk mengembangbiakan cacing, namun juga warga lainnya.

Orderan atau pesanan yang datang juga bukan hanya datang dari kota Jawa Timur saja, bahkan pembelinya lebih banyak datang dari luar kota dan luar pulau Jawa. Pak Nuri juga menuturkan, bahwa pesanan cacing yang datang lebih banyak untuk pemancingan dibandingkan untuk pembuatan obat yang dibutuhkan oleh pihak Farmasi. Beliau juga menjelaskan bahwa proses perkembangbiakan cacing yang digunakan untuk pemancingan, berbeda dengan cacing yang memang difokuskan untuk pembuatan obat.Proses sterilisasi sangat dikuatkan dalam setiap prosesnya.

Proses pengemasan yang dilakukan biasanya pada waktu siang hari, atau lebih tepatnya tidak jauh dari waktu setelah proses panen dilakukan. Proses Packaging atau pengemasan yang dilakukan melalui sebuah kotak berbahan kayu yang mana terdapat sebuah garis panjang terbuka yang terletak pada bagian tengah kotak berbentuk persegi panjang tersebut. Sebelumnya juga ada proses pemasukan tanah bersama dengan cacing, berdasarkan penuturan beliau, bahwa tanah yang meliputi struktur tubuh cacing akan habis ketika sampai pada lokasi tempat pemesan, dan hal tersebut juga mempengaruhi berat dari cacing yang ternyata justru semakin menambah berat bebannya.

Si merah Anc memang layak dikatakan sebagai keberkahan tersendiri di desa Kasembon. Karena bagaimanapun cacing merah ini menjadi salah satu usaha andalan yang benar-benar sangat membantu warga desa Kasembon khususnya. Seperti hasil survey kami mengenai jenis pekerjaan warga desa Kasembon yang memang notabennya dari mereka adalah buruh tani, kami sempat takjub ketika hari-hari pertama kami mengabdi di desa ini, karena bukan rahasia lagi jika desa Kasembon diliputi oleh hamparan tanaman tebu yang sangat luas. Tapi fakta yang kami dapatkan ternyata berbalik 100 %, karena tanah yang begitu luasnya bukan warga desa yang memilikinya, namun pihak lain dan mereka hanya berperan sebagai buruhnya.

Karena usaha pembudidayaan cacing merah jenis Anc inilah perkekonomian warga  mulai terbantu, walaupun belum bisa menyeluruh sampai ke lima dusun yang ada di desa Kasembon. Semoga sosok pak Nuri lain akan menyusul di desa Kasembon yang asri dan damai itu.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar