Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KESETARAAN GENDER dalam RELASI SUAMI ISTRI PEDAGANG LEDOK OMBO


Oleh: Astri Liyana
Latar Belakang
Keluarga adalah unit terkecil yang terdiri atas kepala keluarga, dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Dalam hubungan sebuah keluarga terdapat hak dan kewajiban setiap individu tetapi kesetaraan gender dalam keluarga harus terjaga. Kesetaraan disini maksudnya adalah tidak ada perbedaan pembagian tugas dalam memenuhi finansial keluarga.
Menurut analisis gender, tujuan perkawinan akan terwujud apabila dalam keluarga dibangun atas dasar berksetaran dan berkeadilan gender. Kesetaraan dan keadilan gender. Kesetaraan dan keadilan dalam keluarga adalah kondisi dinamis, dimana suami istri dan anggota keluarga lainnya, memiliki hak yang sama,kewajiban, peranan dan kesempatan yang didasari oleh saling menghormati, menghargai, saling membantu dlam kehidupan keluarga(Mufida,2014,h.49).
Dengan demikian, untuk mengetahui apakah laki-laki dan perempuan dalam keluarga telah setara dan berkeadilan, dapat dilihat pada hal berikut (Mufida, 2014,h.49-50):
a.         Seberapa besar partisipasi aktif laki-laki dan perempuan baik dalam perumusan dan pengembilan keputusan ataupun perencanaan dalam pelaksanaan segala kegiatan keluarga baik domestik maupun publik.
b.        Seberapa besar akses dan kontrol serta penguasaan perempuan dalam berbagai sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang menjadi substansi keluarga.
c.         Seberapa besar manfaat ang didapatkan perempuan adri hasil pelaksanaan berbagai kegiatan, baik sebagai pelaku maupun sebagai pemanfaat dan penikmat hasil dari aktivitas dalam keluarga.  

Oleh sebab itu, observasi ini penting dilakukan karena untuk mengamati dan mencari tahu apakah terjadi ketidakadilan gender atau bagaimana kesetaraan gender dalam pemenuhan finansial keluarga  para pedagang di Ledok Ombo. Hal tersebut dikarenakan para pedagang di Ledok Ombo di dominasi oleh perempuan.
  
Topik dan Kajian Teori
Kesetaraan gender dalam relasi suami istri pedagang di Ledok Ombo. Menurut Scanzoni (1981) sebagaimana dikutip oleh Evelin Suleeman dalam buku karangan Mufida (2014, h. 159) bahwa bentuk hubungan pasangan suami istri berdasarkan pola perkawinan ada 4 macam, yaitu owner property, head complement, senior junior partner, dan equal partner.
 Pola perkawinan owner property, istri adalah milik suami sebagaimana kepunyaan orang pada umumnya. Dalam pola relasi ini, seorang suami mempunyai kewenangan mutlak atas istri  termasuk kontrol sosial maupun seksualnya. Adapun tugas seorang suami ialah bekerja, sedangkan tugas istri yaitu mengurus suami dan anak-anak-anak, serta tugas-tugas kerumahtanggaan lainnya.
Pola perkawinan Head complement, kedudukan seorang istri sebagai pelengkap dari suami. Suami istri saling berbagi tugas dalam batas-batas tertentu, suami bertugas memberikan kasih sayang, nafkah lahir batin, dukungan emosi, pengertian,  sedangkan istri bertugas menyiapkan makanan, pakaian dan perlengkapan rumah tangga yang diperlukan keluarga. Seorang istri juga berperan sebagai pendamping suami yang memberikan support kegiatan suami untuk kemajuan karirnya. Dalam pola relasi ini, posisi istri sebagai atribut sosial suami dan mencerminkan martabat suami dalam berperilaku maupun penampilan fisik.
Pola perkawinan Senior Junior Partner. Kedudukan seorang istri sebagai pelengkap dari suami dan juga seperti teman. Seorang istri yang bekerja dianggap sebagai pencari nafkah tambahan disamping suami sebagai pencari nafkah utama. Istri juga memiliki kewenangan dalam mengatur penghasilannya dan pengambilan keputusan namun suami tetap mempunyai kewenangan yang lebih besar dari istri.
Pola perkawinan Equal Partner. Dalam pola perkawinan ini, seorang suami dan istri mengedepankan kesetaraan hak dan kewajiban berdasarkan kemampuan dan kesempatan.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Metode penelitian ini dijelaskan berdasarkan deskripsi dari narasumber yang bersangkutan. Dilakukan dengan wawancara dan pengamatan langsung pada pedagang-pedagang yang ada di Ledok Ombo, dengan data primer yaitu hasil wawancara dengan para pedagang di Ledok Ombo.
Hasil Analisis
Hasil pengamatan dan wawancara dari beberapa sumber adalah relasi suami istri para pedagang di Ledok Ombo lebih sesuai dengan pola perkawinan yang keempat, yaitu Equal Partner. Bahwa dalam pola perkawinan ini, seorang suami dan istri mengedepankan kesetaraan hak dan kewajiban berdasarkan kemampuan dan kesempatan. Dengan kata lain, kedudukan suami dan istri itu setara. Seorang istri tidak hanya sebagai ibu rumah tangga yang hanya megurusi urusan kerumahtanggaan. Istri juga memiliki peran penting dalam finansial keluarga. Suami dan istri saling bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan finansial keluarga.
Kesimpulan
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kesenjangan dalam hubungan suami istri dalam pemenuhan kebutuhan finansial keluarga. Para pedagang di Ledok Ombo bekerja sama dan membagi tugas dalam pengelolaan urusan rumah tangga dan pemenuhan ekonomi keluarga.

Sumber

Mufida.(2014). Psikologi Keluarga Islam. Malang: UIN Maliki Press. 



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar