Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

APA ITU KECEMASAN ?


 Oleh : Inayatul Maghfiroh

Kecemasan adalah sesuatu yang menimpa hampir setiap orang pada waktu tertentu dalam kehidupannya, kecemasan juga merupakan reaksi normal terhadap situasi yang sangat menekan kehidupan seseorang. Kecemasan bersifat subjektif pada setiap individu, dalam dunia pembelajaran kecemasan dapat mempengaruhi sulit atau tidaknya pemahaman. Ada siswa yang dapat dengan mudah memahami ketika menerima suatu penjelasan, tetapi ada pula siswa yang sulit menerima suatu penjelasan. Jika siswa yang tidak mengerti tersebut merasa cemas maka mereka tidak akan ragu untuk berusaha lebih keras untuk memahami. Tetapi, kecemasan yang berlebihan juga berdampak buruk pada diri mereka karena dapat mengurangi efektivitas dari usaha yang mereka lakukan. Ketika kecemasan meningkat pada diri siswa maka siswa tersebut akan berusaha lebih keras, tetapi pemahaman mereka justru semakin memburuk yang berakibat kecemasan mereka justru semakin meningkat.
Salah satu unsur yang harus dipenuhi untk menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif adalah adanya seorang guru. Guru adalah pelaku utama yang merencanakan, mengarahkan, dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam upaya memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada peserta didik di sekolah. Seorang guru haruslah memiliki kemampuan dalam mengajar, membimbing dan membina peserta didiknya dalam kegiatan pembelajaranKeberadaan guru sebagai sumber belajar bagi siswa sangat diharapkan, karena dengan apa yang disampaikan akan memberikan wawasan baru bagi para siswanya. Pemahaman yang akan didapatkan oleh siswa didasari banyak hal seperti cara guru menyampaikan dan bagaimana cara menciptakan kelas yang menyenangkan untuk belajar. Cara guru menyampaikan memiliki peranan penting dalam proses pahamnya siswa, penyampaian materi juga harus menyesuaikan keadaan mahasiswa sehingga memudahkan siswa dalam menangkap apa yang telah disampaikan oleh guru, apabila tujuan belajar yang ingin dicapai untuk memahami materi yang telah disampaikan.
Bisa diambil contoh, dalam suatu kelas jurusan bahasa Arab untuk siswa pada tahapan pemula cukup mengalami kesulitan apabila penjelasan guru dalam menerangkan materi bahasa arab dengan menggunakan bahasa arab seluruhnya, karena tidak semua siswa yang memilih jurusan bahasa bertujuan untuk mengembangkan basic bahasa yang telah dimiliki, tidak menutup kemungkinan ada yang memilih dengan alasan karena belum bisa ingin menjadi bisa berbahasa Arab. Maka untuk mewujudkan tujuan belajar dengan standart minimal siswa  mampu memahami materi bahasan Arab, guru harus mampu menyesuaikan dengan keadaan siswa dalam memberikan penjelasan.  Kasus ini juga dialami oleh beberapa mahasiswa jurusan pendidikan bahasa Arab Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang tepatnya mahasiswa baru atau pemula.
                        Penting untuk mengetahui seberapa tingkat kecemasan mahasiswa khususnya jurusan bahasa Arab mengenai pemahamannya terhadap suatu materi yang dijelaskan menggunakan bahasa Arab, karena kepahaman mahasiswa menjadi salah satu tujuan pembelajaran yang diharapkan mampu menerapkannya dalam nilai-nilai kehidupan. apabila tingkat kecemasan sudah diketahui, pendidik dapat menyesuaikan staretgi pembelajarannya sebagaimana keadaan mahasiswa sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal.  
                        Kecemasan terhadap sesuatu salah satu contohnya adalah penjelasan dosen yang menggunakan bahasa Arab bagi mahasiswa pendidikan bahasa arab semester awal, merupakan satu hal yang menjadi penghambat mahasiswa dalam memahami materi yang disampaikan, yang mana dapat menghambat pencapaian tujuan  suatu pembelajaran. Mahasiswa yang merasa cemas biasanya cenderung mengalami keterlambatan perkembangan, terutama pada perkembangan mental. Ada banyak hal yang menjadi gejala yang menadai seseorang sedang mengalami kecemasan, diantaranya dalam sebuah jurnal disebutkan seseorang yang mengalami kecemasan biasanya selalu berfikir buruk, merasa tegang, mudah terkejut, gemetar, gelisah, mimpi buruk, jantung berdebar, merasa lemah, sakit perut, dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.
                        Dikutip dari beberapa hasil penelitian, bahwa terdapat suatu penelitian yang mengukur skala kecemasan siswa  dengan indikator yang sudah ditentukan, bahwasannya apabila hasil kecemasan yang didapatkan menunjukkan kecemasan ringan, maka hal itu ditafsirkan kecemasan tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa. Sehingga penerapan cara dosen menjelaskan materi menggunakan bahasa Arab bagi mahasiswa pemula terutama  jurusan yang berhubungan bahasa arab akan lebih baiknya diletiti, sehingga hasil dari penelitian itu dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan keadaan mahasiswa.
                       

 


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar