Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

TAKUT MELANGKAH, CARA SYETAN MELABUHI MANUSIA


Siti Khoirun Niswah

Pernah nggak kalian merasakan ragu dalam hidup kalian? Menentukan kuliah, pilihan masa depan, atau pilihan soal jodoh? Wkwk.
Jika masih tertanam rasa ragu, bimbang dan bingung ini itu. Coba amati, seberapa kuat bertahan, seberapa kuat melawan rasa ragu, gundah, gelisah, sedih, bingung. Sejatinya itu hanya akan melemahkan niat baik untuk melangkah menjadi yang lebih baik. Ku sendiri menyadari, ku bukan orang yg selalu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Terkadang, selalu bimbang dengan dua hal dan bahkan banyak hal. Banyak pertimbangan, misalnya ingin melanjutkan S2 ini, bagaimana dengan biaya, bagaimana dengan kerjaan ini itu. Banyaaaak sekali pertimbangan. Tapi ku pikir-pikir kembali sampai kapan memikirkan saja tanpa bertindak? Ini bagian dari syaitan untuk mengelabuhi kita. Hmm benar juga.
Kapan ini cita-citaku akan menjadi kenyataan, jika ingin melangkah selalu terhantui oleh rasa ragu dan takut. Sedari dulu ku ingin menjadi guru,tepatnya ingin menjadi tenaga pendidik. Sedikit demi sedikit ku menghilangkan rasa takut, rasa ragu, dan menghilangkan semua perkataan yg terlontarkan untukku. Mulai dari, bagaimana nanti untuk biaya, bagaimana nanti untuk atur waktu, bagaimana nanti soal kerjaan?
Perlu diketahui, jika tak segera melangkah untuk memperjuangkan apa yg kita inginkan, lalu kapan kita akan mencapai cita-cita?
Sudahlah, berhenti ragu, berhenti bingung, berhenti membanding-bandingkan diri kita sendiri terhadap orang lain. Karena sejatinya tiap orang memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda-beda.
Tanamkan niat baik kembali, niatkan benar-benar akan mencari ilmu, menghilangkan kebodohan. Setelahnya taburkan ilmu, bantulah orang lain mendapat ilmu dan membantu mencerdaskan bangsa.
Biarlah kalau ada yg berkata apakah kita mampu atau tidak. Jawablah "mampu". Aku mampu karena Allah selalu melindungi dan menjawab semua doa para hamba-Nya.
Selanjutnya, ada sebagian orang yg mengatakan, "kamu cewek umur sudah kepala 2, masih aja kuliah (mencari ilmu), kapan nikahnya?".
Ada lagi, yg mengatakan jangan tinggi-tinggi meraih gelar sekolah formal, orang laki-laki akan minder melamarmu". Inilah yg terkadang di pedesaan yg kurang memahami tentang pentingnya pendidikan. Entah mengapa Indonesia seperti ini. Padahal peran sebagai wanita merupakan guru pertama bagi calon generasi muda. Dengan adanya perkataan seperti ini membuatku malah ingin merantau dan melangkah menghilangkan semua prasangka seperti itu.
masih terlintas sangat tajam perkataan guruku sewaktu masih MI. "Wanita di Jepang, jenjang pendidikannya sangat tinggi. Wanita di sana harus bisa sekolah setinggi mungkin lalu bekerja keras meraih cita-citanya bahkan juga harus berkarir. Namun, setelah mereka menikah, mereka harus sukses membuat anak-anaknya menjadi orang sukses". Berarti jelas. Mengapa Jepang begitu maju. Karena mereka diasuh oleh wanita-wanita yg berpendidikan.
Sekarang, mari sama-sama berjuang untuk menjadi wanita yg berpendidikan. Sebesar apa usaha kita, itulah yg akan kita petik. Sebesar dan seberapa lama kita memohon kepada Allah, itulah yg membuktikan kita bisa meraih apa yg kita inginkan. Tidak ada yg tidak mungkin.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar