Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Resensi Novel HUJAN


Ditulis oleh : Achsanul Fikri Arrizki
            Novel Hujan merupakan sebuah novel yang ditulis oleh salah satu penulis terkenal di Indonesia bernama Tere Liye. Novel ini mengisahkan tentang perjalanan dua orang anak yang bertemu karena suatu bencana dan tumbuh bersama menjadi pribadi yang mengagumkan. Tokoh dalam novel ini diperankan oleh seorang anak laki-laki bernama Esok dan seorang anak perempuan bernama Lail.
            Pertemuan pertama mereka terjadi karena bencana alam yang terjadi didaerah yang ditinggali Esok dan Lail, yang mana bencana alam inilah yang membuat mereka berdua harus kehilangan kedua orang tua dan hidup ditempat penampungan. Mereka mengawali pertemuan mereka dengan ketidak sengajaan yang akhirnya akan membawa mereka menuju perjalanan hidup yang penuh perjuangan dan tantangan.
            Mereka hidup disebuah lapangan terbuka yang dekat dengan sebuah stadion, yang mana stadion inilah yang akhirnya menjadi tempat belajar dan wahana bermain bagi Esok. Esok adalah seorang anak yang memang pintar dan cerdas, tak ayal dia mampu dengan cepat memahami situasi yang terjadi dan lebih aktif dalam kegiatan yang mampu membantu banyak orang dengan usia yang terbilang masih dini.
            Berbeda dengan Esok, Lail merupakan seorang perempuan cilik yang pendiam dan sedikit lebih sulit untuk menerima kenyataan yang telah diterimanya. Namun, dengan adanya sosok Esok yang pintar dan ceria disampingnya, Lial perlahan tapi pasti mampu menerima keadaan yang menimpa dirinya dan mulai aktif disebuah organisasi relawan yang mana keikutsertaannya dalam organisasi ini mempercepat kesembuhan luka batinnya.
             Kebersamaan mereka harus melonggar karena pada nantinya Esok diadopsi oleh sepasang suami istri yang nantinya membiayai semua kebutuhan Esok, termasuk biaya sekolah Esok. Kejadian ini mampu membuat Lail bersedih karena harus berpisah dengan Esok. Namun, Esok mampu meyakinkan Lail sehingga Lail mampu menerima keadaan yang harus membuat Esok dan Lail berpisah. Walaupun perpisahan mereka hanya sebatas tempat tinggal yang sedikit lebih jauh.
            Pendidikan yang ditempuh Esok mampu mengantarkannya menjadi seorang ilmuan hebat dengan usia yang cukup masih muda. Esok dengan kecerdasannya mampu memprediksi bencana alam dengan baik. Hingga akhirnya bencana yang besar terulang kembali, namun bencana ini lebih menakutkan dan lebih besar daripada yang Esok dan Lail alami. Lail mengira bahwa Esok pergi menyelamatkan dirinya dari bencana dan lebih memilih utuk meninggalkan Lail. Namun, kenyataannya adalah Esok lebih memilih tinggal dan menghadapi bencana bersama Lail.
Sinopsis
Novel ini mengisahkan tentang persahabatan, tentang cinta, tentang perpisahan, tentang melupakan , dan tentang hujan.






Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar