Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PEMANDIAN ALAM BANYU BIRU KAB. PASURUAN


Oleh: Siti Fathimatuz Zahro

Dasar air yang dipenuhi bebatuan kecil...
Riak air kebiruan menambah syahdu...
Pepohonan rimbun menghalau matahari...
Angin sepoi-sepoi menyibak sepi...
Mengayun melambai bagaikan tarian tangan...
Mengisyaratkan tandanglah kemari...
Aku punya cerita...

Beberapa waktu lalu aku berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata di Kabupaten Pasuruan. Jarak tempuh hampir 1 jam dari pusat kota. Plang penunjuk jalan Probolinggo - Banyuwangi - Jember seolah menambah aksen bahwa perjalanan ku kali itu terasa jauh. Sayang, tujuan ku bukan Banyuwangi. Ujung pulau Jawa yang sempat menjadi destinasi. Namun entah mengapa sekarang tak setertarik dulu. Berbekal Google maps dan artikel-artikel yang menggambarkan tempat itu yang akhirnya membawa ku sampai pada destinasi tersebut.
Pemandian Alam Banyu Biru.

Destinasi hasil bentukan alam yang kemudian dikembangkan hingga kini, adalah suatu peninggalan dari zaman Kerajaan Majapahit. Terletak di terletak di desa Sumber Rejo, yang berjarak kira - kira 20 km dari kota Pasuruan. Babat alas yang dilakukan oleh 2 orang yang bernama Tombro dan Kebut. Keduanya akhirnya menetap di daerah tersebut. Kolam besar yang dipenuhi dengan berbagai macam ikan-ikan air tawar, kerikil-kerikil halus yang menambah aksen alami serasa akan menyelam di lembah air tawar. Seperti di Malang, tempat ini seperti wisata alam Mendit. Monyet-monyet bergelantungan bebas tanpa mengganggu para wisatawan. Kebetulan waktu berkunjung ku kesana keadaan sedang tidak padat pengunjung. Serasa aku menikmati alam ku sendiri dengan ketenangan pikiran. 


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar