Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PANCASILA DALAM TANTANGAN ZAMAN


  
                                                                                Oleh: Moh. Rizal Haqqul Y 

        Pancasila merupakan ideologi dasar, yakni menjadi dasar pertibangan segala bentuk ketetapan atau  hukum  NegaraKesatuan Republik Indonesia sekaligus menjadi ruh dalam kehidupan berbangsa bernegara di Negara ini. Teks Pancasila termaktub dalam  alenia ke-empat pembukaan Undang-  Undang Dasar 1945 dan secara resmi ditetapkan  oleh sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh para tokoh- tokoh besar pejuang bangsa.  
     Pancasila adalah kepribadian bangsa, alasan  yang  mendasarinya karena Pancasila merupakan  hasil atau cerminan sesungguhnya jati diri bangsa Indonesia yang  telah  melekat sejak dulu dalam setiap pribadi warganya. Oleh karena itu Pancasila diharapkan menjadi ruh dalam membentuk karakter dan sikap setiap peribdi warganya agar sesuai dengan cita-cita bangsa.
      Penerapan Pancasila sebagai  ideologi negara sudah sejak awal kepemimpinan presiden Soekaro atau pada masa Orde Lama. Pada orde baru penerapan pancasila dalam sistem kenegaraan menemui banyak  tantangan, mulai dari pemberontakan PKI, terpengaruh faham liberalism hingga sampai ditetapkannya pemerintahan terpimpin dimana kekuasaan tertinggi tidak lagi ditangan rakyat. Selanjutnya, di masa Orde Baru mempunyai visi utama untuk melaksanakan pancasila dan UUD 45 secara nyata bagi kehidupan bernegara. Namun, lambat laun masyarakat mulai kehilangan kepercayaan atas  apa yang dijanjikan, karena pemerintah Orde Baru dinilai tidak menjalanjakan pemerintahan yang seharusnya sesuai pancasila.  Pada  masa  revormasi permasalahan terhadap tegaknya ideologi  pancasila tidak lagi berupa upaya penggantian dengan ideologi lain, melainkan berhubungan dengan permasalahan yang timbul akibat kemajuan zaman seperti  pengaruh budaya asing, kebebasan berekspresi, HAM dsb. 
     Lalu mengapa setelah masa revormasi terjadi, seolah- olah nilai kepancasilaan dalam pribadi setiap warga negara sedikit demi sedikit mulai luntur.? Dengan semakin majunya pola pikir serta taraf  kehidupan manusia dihampir segala aspek kehidupan, berindikasi  kepada  sikap setiap individu yang semakin bebas pula dalam menjalani kehidupannya dengan atau tidak memperhatiakan kepentingan dan kewajibannya sebagai warga negara. Meuju generasi sekarang yang  disebut sebagai generasi milenial dengan segala kemajuan  pada zamannya, seolah- olah sudah menjadi  tuntutan terhadap penguasaan teknologi dan media komunikasi,  tetapi secara tidak langsung pada sebagian orang  tuntutan utama sebagai warga negara seperti terkesampingkan.
     Sebut saja dalam  hal sederhana seperti menghapal teks pancasila dan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, mungkin seperti terlihat sederhana, tetapi banyak juga orang yang telah lupa atau bahkan tidak pernah menghapalnya. Bagaimana mau menjalankan, teks saja tidah hapal!.
    Sebenarnya pemerintah sudah melakukan langkah untuk mengantisipasi hal seperti itu, atau dengan tujuan menanakman nilai kepancasilaan kedalam  diri setiap warganya. Banyak program yang  telah dilaksanakan, seperti sosialisasi 4 Pilar MPR (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika), Program Bela Negara, dsb..Dalam  sektor pendidikan sudah terbukti dengan diwajibkannya Pendidikan  Kewarganegaraan sampai tngkat SLTA serta Kewarganegaraan dan  Pancasila untuk tingkat perguruan tinggi.
    Hingga pada akhirnya pengamalan dan  penjiwaan terhadap pancasila kembali lagi kepada kesadaran  setiap warga negaranya, baik rakyat biasa maupun pemangku kebijakan pemerintahan. Walaupun banyak yang sudah mengamalkan nila- nilai pancasila, tetapi disisi lain banyak juga yang masih acuh tak acuh terhadapnya, maka akan sulit juga untuk menerapkan nilai- nilai dari pacasila. Diperlukan kerjasama antara pemerintah disetiap tingkatannya dengan  masyarakat hingga tingkat keluarga. Karena  sikap anak terhadap pancasila tidak hanya dibentuk di sekolah saja, melaikan  disetiap lingkungan tempat ia bersosialisi dan bermasyarakat.


Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar