Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

HIDUP ADALAH PILIHAN



Oleh : Neng Sumiyati

Berbicara mengenai kehidupan memang tidak ada habisnya, selalu banyak paradigma didalamnya, belum lagi terkait dengan pengorbanan, perasaan atau kegagalan.Namun semua hal tersebut tergantung bagaimana masing-masing orang menyikapinya, ya bukankah ini salah satu pendapat yang sering kita dengar mengenai kehidupan.Jika diibaratkan secara sederhana mungkin bisa dideskripsikan seperti seseorang yang sedang berusaha untuk menerbangkan layangannya, untuk mencapai itu semuanya tentu dibutuhkan proses yang panjang yaitu dengan cara setekun mungkin mengulur tali layangan agar tidak mudah jatuh, seperti itu juga kehidupan tergantung kita memainkan peran didalamnya.
“ Hiduplah sekali, hiduplah yang berarti” sebuah ungkapan yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita, ya salah satu ungkapan dari sosok luar biasa yaitu dari KH.Hasan Abdullah Sahal, jika kita memaknai kata “ berarti” dalam ungkapan beliau, tentu bisa menghasilkan beberapa paradigma, tetapi biasanya kita mengartikan kata “ berarti” seperti bermakna, bermanfaat, berfungsi dan lain sebagainya.
Lalu sebenarnya bagaimana agar hidup kita selalu berarti? Hal tersebut sering saya tanyakan kepada ayah saya sendiri ketika kami bisa duduk bersama, seperti waktu liburan.Beliau bilang “ hidup yang berarti yaitu ketika kita memberi tanpa perlu dipuji” lalu saya bertanya kembali, bagaimana caranya agar kita bisa menjadi orang seperti itu, beliau bilang “ ya, ketika kamu bertemu dengan banyak orang, berbeda karakter, suku dan yang lainnya, maka kamu akan menemukan itu semua, kuncinya satu ketika seseorang tidak senang dengan kita, itu tidak apa-apa.Tapi jangan sampai kita sendiri yang tidak senang dengan dia, hal tersebut tidak boleh terjadi”.
Filosofi tentang kehidupan, saya yakin masing-masing orang memiliki paradigma tersendiri.Tameng untuk menjalani kehidupan juga begitu, apalagi mengenai pilihan dalam hidup, itu sangat tergantung sekali dengan masing-masing dari kita.Apakah memilih menjadi seseorang yang selalu dalam kemewahan, namun sebenarnya hati tidak tenang, atau menjadi seseorang yang selalu sadar akan seharusnya menjadi hamba untuk Tuhan, atau menjadi seseorang yang selalu diliputi kekecewaan, kebencian terhadap harapan yang tidak sampai.
Sekali lagi itu pilihan.Kita hari ini, bukankah rencana dari manifestasi kita dahulu? Ya sekali lagi hidup itu pilihan.Namun begini, walaupun hidup itu pilihan bukankah lebih baik kita tidak menyengsarakan orang lain, tidak menyakiti perasaan orang lain, dan tetap fokus menjalani kehidupan kita.Seperti sebuah pepatah dari guru kami KH.Mad Roja “ jangan jadi gerobak, ditarik bergerak, didorong gerak, tapi dibiarin diem aja” sebuah pepetah yang cocok untuk peranan kita dalam kehidupan.
Karena raga dan apa-apa yang kita rasakan sekarang itu titipan Tuhan, maka dari itu semuanya kembali lagi kepada diri kita bagaimana kita memfungsikannya sebagaimana adanya, seperti ungkapan dari Kang Ibing “ ulah ngeluh keur ripuh, ulah ngaraja keur bagja, ripuh ujian, bagja titipan”  semoga kita bisa hidup tanpa harus memarginalkan orang lain, serta selalu dalam tuntunan-nya.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar