Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

DIKOTOMI KENDALI

Oleh: Inayatul Maghfiroh

“some things are up to us, some things are not up to us” _ Epictetus

     Ada hal-hal dibawah kendali kita (tergantung pada kita), ada juga hal-hal yang tidak dibawah kendali kita ( tidak tergantung pada kita). Kurang lebih artinya seperti itu. Mungkin sekilas setelah membaca kalimat tersebut akan berfikir, siapapun juga tahu (kecuali anak bayi dan yang belum bisa berfikir secara sempurna)  kalau ada beberapa hal yang ada dalam kendali kita dan sisanya tidak dalam kendali kita. Padahal arti kata tahu sangat berbeda dengan sekedar tahu, dalam buku karangan Henry Manampiring berjudul filosofi teras, yang dimaksud tahu adalah ketika seseorang tersebut benar-benar meresapi, mendalami, dan menerapkannya. Jadi, sudahkah demikian?
Beberapa hal yang berada dalam kendali kita diantaranya : keinginan kita, tujuan kita, segala sesuatu yang merupakan pikiran dan tindakan kita sendiri, juga termasuk salah satunya yaitu, opini , pertimbangan, presepsi kita terhadap sesuatu.
Sedangkan beberapa hal yang tidak dalam kendali kita contohnya : tindakan orang lain, opini orang lain, kekayaan kita, kondisi saat kita lahir, dan lain sebagainya.
     Beberapa hari yang lalu, sering saya temui atau bahkan saya sendiri secara tidak sadar melakukan suatu hal yang benar benar mebuat saya menyesal, misalkan : Ketika hendak pergi kekampus tiba-tiba mendung diiringi gerimis, artinya tanda hujan akan turun, saya menyeletuk, kenapa harus hujan? Kan aku jadi molor berangkat ke kampus , dan celotehan kecewa ( baca : sambat) yang lainnya.  Disitu saya merasa menyesal, logikanya kenapa saya memaksa mengendalikan sesuatu yang diluar kendali saya ( hujan) yang jelas-jelas kalaupun saya sambat panjang kali lebar kali tinggi pun tidak akan membuat hujan itu reda. Kenapa saya tidak mencoba mengendalikan diri saya( sesuatu yang ada dalam kendali saya) seandainya saya pada saat itu berfikir untuk  meminjam jas hujan atau pesan grabcar , yang dengan begitu masalah teratasi tanpa membuang energi karena emosi, oh dikotomi kendali .
     Tidak hanya berlaku sebagaimana contoh yang telah dipaparkan, dalam segala hal harusnya kita menyadari mana sesuatu yang berada dalam kendali kita dan mana sesuatu yang tidak berada dalam kendali kita, misalkan ketika ujian, sekalipun belajar cukup semangat, jika kenyataan nilai tidak sesuai dengan ekspestasi, maka alangkah baiknya kita mengendalikan diri sendiri agar belajar lebih rajin, bukan malah menyalahkan nilai, yang sudah pasti diluar kendali kita. 

“siapapun yang menginginkan atau menghindari hal-hal yang ada di luar kendalinya tidak pernah benar-benar merdeka dan bisa setia pada dirinya sendiri, tetapi akan terus terombang-ambing terseret hal tersebut”._Epictetus

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar