Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

CORETAN DI SEMESTER III


Oleh: Fitriatul Wilianti

Sebenarnya saat ini bukanlah waktunya untuk menceritakan semester III, karna mengingat 12 hari lagi aku akan menjalani Uas (Ujian Akhir) kemudian liburan dan lanjut ke semester IV. Tapi untuk mengevaluasi diri, kan kuputar kembali memori-memori selama perjalanan semester III. Masa-masa semester III ku tidak luar biasa seperti yang diharapkan, malah terasa biasa saja dan tidak ada yang menarik, semakin hari kelasku semakin membosankan. masuk kelas, menunggu giliran presentasi, bertanya jika sedang ingin, duduk dibelakang dan mengantuk. Masa-masa semester tiga tidak sesuai harapanku kita hanya mendengarkan dosen berbicara, membuat makalah, presentasi, Uts, Uas, dan berputar disekitar itu saja. sepertinya semakin tinggi tingkatan kuliahku semakin kurang pula semangatku, padahal aku baru semester III belum masuk semester V, semester VII dimana disitulah puncak dan inti dari perjuangan dalam perkuliahan.

Terkadang aku juga berfikir, apa yang luar biasa dari kuliah dan apa yang istimewa dari seorang Mahasiswa, aku juga bertanya pada diri sendiri, sebenarnya apa yang aku harapkan dalam ruangan kelas, apa yang ingin aku capai dalam perkuliahan, jika semua yang aku jalankan sekarang terasa membosankan, siapa yang perlu disalahkan, apakah dosen-dosen yang tidak mampu membuatku bersemangat dalam mata kuliah, ataukah orang-orang sekitar yang tidak mampu menghadirkan ketertarikanku dalam menjalani aktifitas di lingkungan kampus. Haha...bukan mereka yang disalahkan, ini salahku, ini tanggung jawabku. jika kamu ingin berhasil berjuanglah, keluarlah dari zona nyamanmu, ini sudah tahun kedua kamu kuliah, jangan buat uang orangtuamu sia-sia, kembali ke cita-cita awal dan fokus akan hal itu. Dulu awal mula aku datang ke Uin, Menjalani Pbak, dan menikmati masa-masa awal semester I, aku sangat bersemangat, kuliah tidak ingin telat, tugas selalu tepat waktu, belajar ketika Ujian, dan lain-lain. Bahkan ketika semester awal aku sangat bersemangat dalam organisasi.

 Dimasa-masa awal aku putuskan untuk mengikuti Organisasi besar di Kampus, yaitu IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), pertama kali aku di Diklat di IMM aku sangat senang, dan selalu bersemangat di dalamnya, dan tertarik dengan kegiatan-kegiatan yg diadakan. Aku juga aktif di orda-ordaku, dan tidak pernah melanggar aturan selama setahun tinggal di Ma'had. Aku rindu diriku yang dulu.

Ternyata benar apa yang kebanyakan orang katakan, bahwa semakin tinggi jenjang perkuliahanmu, maka akan semakin membosankan untuk duduk didalam kelas dan seperti itulah yang kurasakan sekarang. Mata kuliah yang semakin tinggi dan semakin susah tidak cukup menantangku untuk selalu semangat, kesibukan pondok juga terasa biasa aku lewati. Walaupun kadang aku merasa bosan dengan semua itu. 

Di IMM terakhir aku di diklat dan di ikrar sebagai Instruktur, sebenarnya Instruktur bisa dikatakan sebagai nyawa dalam meregenerasi ikatan, dan aku seharusnya tahu akan hal itu. Tapi kenapa sampai sekarang aku tidak bisa membagi sedikit waktu untuk ikatan. Dan sudah beberapa bulan aku pasif di IMM, mulai dari ketika diadakannya DAD pertama yang seharusnya aku sebagai instruktur disana, tapi karna adanya kewajiban pondok akhirnya aku di alihkan dalam tugas yang lain, itu juga karna aku tidak bisa membagi waktu dan di dukung oleh penyakit malasku, bahkan kemarin adanya Musyawarah Komisariat yang seharusnya diwajibkan bagi seluruh anggota aku malah fokus
pada kegiatan yang lain. Dan setelah aku ingat-ingat sudah berapa alasan yang aku sampaikan untuk mengalihkan kewajibanku.

Sebenarnya cerita ini tidak begitu penting bagi kalian, aku hanya berbagi cerita, dan semoga kalian tidak seperti aku, semoga masa semester III kalian selalu membahagiakan serta dipenuhi rasa semangat dalam belajar dan selalu menjalani apapun yang menjadi niat awal memasuki dunia kampus. Dan untukku semoga aku kembali menemukan rasa semangatku dulu, dan mulai fokus serta menyelesaikan apa yang telah aku mulai.






Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

1 komentar: