Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

APAKAH INI BENAR?




Oleh Ilman Mahbubillah

Katanya,
Wanita adalah makhluk paling malang
Paling menderita, menjadi korban dari kaum lelaki
Menjadi bahan eksploitasi sana-sini
Dan disini, mereka juga lupa
Bahwa banyak pula lelaki yang mati sebab wanita
Yang mana mereka diciptakan sebagai kelemahannya
Masih saja kita mengukur hak
Dan lupa dengan kewajiban wujudnya
Masih saja kita menuntut kesetaraan
Dan lupa tentang bagaimana saling menempatkan

Terkadang kita lucu
Puzzle daripada skenario Tuhan
Wanita merasa direndahkan lalu menuntut kesetaraan
Lelaki sewenang-wenang lalu lupa cara memuliakan
Kita kadang senang dengan hal rumit itu
Hingga wanita yang merasa lemah, ingin kuat dengan ideologi fenimisme-nya
Menuntut diperlakukan setara sebagaimana lelaki-nya

Dan mereka lupa, toilet lelaki dan wanita tak pernah berada pada satu ruang yang sama
Dan mereka lupa, Bahasannya lelaki yang memukul wanita adalah bajingan
Sedang wanita yang memukul lelaki dengan sebab melindungi diri adalah pembelaan

Dimanapun kita berbeda,
Kita tak pernah bisa adil, bahkan netral pun sulit
Bagaimana jika lelaki memukul wanita disebut pembelaan
Dan wanita yang memukul lelaki adalah bajingan
Lalu, kita bisa sepakat bahwa setara itu memang ada
Atau setara itu tidak pernah ada, Namun yang eksis adalah
Menempatkan sesuatu pada tempatnya
Karena wanita ada bukan untuk menyaingi lelaki, tapi melengkapinya
Pun lelaki, adanya bukan untuk mengungguli wanita.
Tapi untuk mengayominya 



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Darunnun.com
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar