Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

URGENSI PENDIDIKAN MORAL TERHADAP KUALITAS ANAK BANGSA


Hasil gambar untuk ANAK BANGSA
شبّان اليوم رجال الغد
Artinya : pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.
Indonesia adalah negara yang terdiri dari beribu-ribu pulau, dengan jumlah penduduk yang cukup banyak yakni 266,91 juta jiwa. Yang mana sebagain besarnya didominasi oleh kaum pemuda dengan jumlah 62 juta lebih jiwa, jadi bisa dikatakan 25% penduduk Indonesia berasal dari kalangan pemuda. Itu berarti pemuda adalah ujung tombak harapan bangsa. Namun kenyataan tak selalu seuai dengan ekspetasi.
            Belakangan ini banyak media yang menampilkan informasi tentang kasus kejahatan yang terjadi baik dalam ruang lingkup pemerintahan maupun masyarakat, baik yang ada kaitannya dengan negara ataupun agama. Seperti koupsi, kriminal, radikalisme, liberarisme dan masih banyak lagi. Yang lebih merisaukan lagi, kasus tersebut tidak hanya berkutat dikalangan orang dewasa saja, tidak menutup kemungkinan ada remaja yang terjerat kasus narkoba, sudah menjadi hal yang lumrah bila anak muda terjerumus dalam guam kriminalitas, sedangkan untuk masalah agama, kalangan pemuda yang menjadi sasaran empuk penyebaran faham-faham asing yang tak jelas asal usulnya.
            Dewasa ini, jika kita amati dengan cermat telah terjadi pemerosotan moral dikalangan anak bangsa, baik itu di lingkungan keluarga, sekolahan ataupun masyarakat. Hal yang paling mudah kita dapati dalam lingkungan keluarga adalah mulai hilangnya tradisi bersalaman dengan orang tua sebelum atau setelah pulang sekolah, entah itu disebabkan karena rasa gengsi ataupun tidak terbiasa. Sedangkan dalam lingkungan sekolah, banyak  murid yang berjumpa dengan gurunya namun tak ada dentuman sapaan diantara mereka. Dua contoh diatas merupakan hal yang sederhana, namun bila dibiarkan teru-menerus, akan ada  kekeroposan sedikit-demi sedikit dalam moralitas anak bangsa.
Terlepas dari itu, apakah pemuda Indonesia sudah dibekali dengan pemahaman yang matang tentang apa itu jiwa nasionalisme, yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa dimasa depan, apakah pemuda Indonesia sudah dibekali dengan hal-hal yang berbau religi karena nanti ialah yang akan menggantikan ulama-ulama terdahulu dalam membela agamanya. Tentu yang tau dan paham akan hal tersebut tak lain adalah diri mereka sendiri, tinggal bagaiamana memberi dukungan baik berupa materi maupun non materi kepada mereka. Salah satunya berupa pengenalan serta penanaman pendidikan moral terhadap para pemuda Indonesia.
            Pertanyaannya, mengapa pendidikan moral  terlebih dahulu yang harus dibina? Mengapa bukan ilmu pengetahuan secara umum, pun nantinya ketika dewasa yang ia butuhkan untuk menjadi pemimpin bangsa adalah pembendaharaan ilmu penegtahuan yang banyak. Memang benar jika kesuksesan tak akan pernah lepas dari ilmu pengetahuan, bisa dikatakan ilmu adalah gerbang utama untuk mencetak kesuskesan. Namun yang perlu diketahui bahwa ilmu bisa mensukseskan seseorang tapi moralitas tak akan pernah menjatuhkannya.
            Imam darul Hijrah, Imam Malik Rahimahullah berkata pada salah satu pemuda Quraisy
تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم
“ Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu”
              Simple namun bermakna. Orang yang beradab bisa dikatakan orang berilmu namun tidak sebaliknya. Banyak orang berilmu, namun tak bermoral dan itu sangat berdampak terhadap kehidupannya. Buktinya adalah pejabat negara kita sendiri, kata siapa mereka tidak berilmu, kata siapa mereka tidak pintar? Namun siapa yang berani menjamin mereka adalah orang yang memiliki morals yang sesuai dengan ajaran agama?.  Jika kita bisa menemukan adanya keseimbangan antara ilmu dan moral pada diri seseorang, maka ialah penerus bangsa yang harus dipertahankan.
             Bisa dikatakan moral adalah dasar utama yang harus dimiliki oleh pemuda, dengan moral yang baik bisa menggiring pemuda memuju kesuksesannya, tak ada yang mengetahui lika liku kehidupan ini, jika hanya berbekal ilmu pengetahuan tidak menutup kemungkinan adanya penyimpangan yang akan terjadi.
 Logikanya seperti ini, pemuda adalah masa dimana seseorang sedang berusaha mencari jati dirinya, jika ilmu pengetahuan tak mampu ia peroleh dengan maksimal pada masa itu, bukan menjadi hal yang besar, karena seperti yang dikatakan dalam mahfudzot
اطلب العلم من المهد الى اللهدى
Artinya : “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”.
          Tidak ada kata telat untuk menuntut ilmu, namun jika seseorang terlambat dalam memahami apa itu adab atau moralitas bisa dipastikan akan berakibat buruk terhadap kehidupannya. Selain agama, moral juga bisa dikataan sebagai tiang kehidupan, yang mana jika terjadi kerapuhan didalamnya maka hidup orang tersebut perlahan-lahan akan rapuh dengan sendirinya. Jadi boleh saja menyekolahkan anak bangsa sejauh dan setinggi mungkin, tapi jangan lupa untuk membekalinya dengan nilai-nilai moralitas yang akan mengiringinya memahami nilai kehidupan.

         
         
                                                                                   
 Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar