Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

TANTANGAN BARU GURU DI INDONESIA


Oleh: Muhammad Anis Fuadi

Pendidikan merupakan sarana untuk mamjukan kehidupan masyarakat. Oleh karenanya peranan pendidikan sangat penting dan tidak bisa dilepaskan dari kehidupan.Seringkali permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari hari diupayakan pemecahannya melalui jalur pendidikan yang ada. Namun kualitas pendidikan juga menuntut tanggung jawab dan peran serta dari semua pihak dan salah satu komponen yang penting adalah guru yang professional.

Dalam setiap perkembangan zaman pasti akan muncul tantangan-tantangan baru bagi para guru. Indonesia sebagai negara berpenduduk terbesar ke-4 dunia selayaknya memanfaatkan keunggulan komparatif tersebut. Terlebih lagi,negara ini memiliki penduduk muda yang besar,badan pusat statistic mencatat aling tidak 40% dari 260 juta penduduk Indonesia merupakan generasi milenial. Menurut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan,Surpiono,bila ingin memetik keuntungan dari bonus demografi, kita erlu mendongkrak kualitas sumber daya manusia sejak saat ini,pendidikannya paling tidak mesti setara SMA atau SMK. Dan ucap Supriono, peran guru sebagai ujung tombak pendidikan juga mesti ditingkatkan.

Di masa zaman milinenial ini dan mungkin akan berlanjut terus kedepannya,pengaruh teknologi digital semakin menyatu dengan hidup manusia. Itulah esensi dari revolusi industri 4.0. Segala sesuatunya serba cepat dan mulai melekat dengan penggunaan internet(internet of things). Kondisi tersebut,kata Supriono menimbulkan potensi hilangnya sejumlah pekerjaan di masa depan,inilah yang mesti disiakan guru terhadap anak muridnya sejak dini.

Pola-pola pengajaran monoton selayaknya mulai ditinggalkan. Sebab,generasi milenial lazimnya cepat jenuh dan menyukai kegiatan dinamis dan lebih inovatif. Apalagi,menurut Supriono,media sosial makin berkembang di kalangan generasi milenial,inilah tantangan bagi guru dan dunia pendidikan Indonesia saat ini. Besarnya penduduk muda Indonesia dipandang sebagai suatu tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan,apalagi mereka semua berada pada era milenial yang mana perkembangan teknologi informasi berkembang sangan pesat,semua serba cepat dan instan. Indonesia sebagai negara yang ekonominya tengah berkembang membutuhkan pasokan sumber daya manusia yang banyak pula. Nah, agar ekonomi suatu negara kuat tentunya dibutuhkan keandalan dari para penduduknya.

Selain itu, kompetisi antar negara diyakini bakal semakin trengginas dalam beberapa waktu ke depan. Saat ini saja, Indonesia beserta negara Asia Tenggara telah menyatu dalam Masyarakat Ekonomi Asean(MEA). Persaingan global tersebut dipandang Supriono membuat penigkatan kualitas guru menjadi suatu keniscayaa. Dengan begitu, kompetisi anak didik pun bisa semakin baik dan mampu bersaing dengan negara-negara lain.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,Muhadjir Effendy mengatakan,tantangan guru masa depan adalah memenuhi kompetensi abad 21, yaitu mampu berfikir kritis atau critical thinking, mampu berkomunikasi dengan baik dengan para pemangku kepentingan pendidikan melalui berbagai perangkat media. Selain itu guru juga harus mengikuti perkembangan teknologi informasi, mampu berkreasi dalam mempersiapkan materi belajar yang menyenangkan dan mampu berkolaborasi dalam proses pembelajaran.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar