Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SANTRI? 22 OKTOBER??

Oleh Riska Khoirun Nisa

Santri adalah panggilan seseorang yang sedang menimba ilmu di pondok pesantren dalam kurun waktu tertentu.

Santri merupakan sosok yang sangat diagungkan dimata masyarakat, yang mana dia dipercaya dalam mengendalikan semua kegiatan.

KH. Daud Hendi (Pengurus Yayasan Ummul Quro), menjelaskan bahwa kata Santri jika ditulis dalam bahasa arab terdiri dari lima huruf  (سنتري), yang setiap hurufnya memiliki kepanjangan serta pengertian yang luas.

1. Sin (س) adalah kepanjangan dari سَافِقُ الخَيْرِ yang memiliki arti Pelopor kebaikan.
2. Nun (ن) adalah kepanjangan dari نَاسِبُ العُلَمَاءِ yang memiliki arti Penerus Ulama.
3. Ta (ت) adalah kepanjangan dari تَارِكُ الْمَعَاصِى yang memiliki arti Orang yang  
    meninggalkan kemaksiatan.
4. Ra(ر)  adalah kepanjangan dari رِضَى اللهِ yang memiliki arti Ridho Allah.
5. Ya (ي) adalah kepanjangan dari اَلْيَقِيْنُ yang memiliki arti Keyakinan.

Selain lima filosofi diatas, kata santri juga berasal dari lima huruf yaitu sin, nun, ta’, ra’. Hal ini juga memiliki pengertian yang tidak jauh beda dengan pengertian diatas yakni
Sin : Satrul al aurah (menutup aurat)
Nun : Naibul ulama’ (wakil dari ulama’)
Ta’ : Tarku al ma’ashi (meninggalkan kemaksiatan)
Ra’ : Raisul ummah (pemimpin ummat)

Ada apa dengan 22 Oktober?

Kita sebagai umat muslim dan khususnya para santri harus mengetahui latar belakang ditetapkanya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional

Hari Santri merupakan hari untuk memperingati perjungan para kiai dan santri dalam melawan penjajah yang bertepatan dengan resolusi jihad dari Mbah KH. Hasyim pada tanggal 22 Oktober.

Sejarah membuktikan, para santri bersama dengan pejuang lainnya mempunyai peran yang sangat penting dalam merebut kembali kedaulatan negara republik Indonesia dari penjajah bangsa asing.

Presiden Jokowi juga pernah mengamini peran historis dari kaum santri. Mereka yang ikut berjuang dan mempunyai peran dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, antara lain KH. Hasyim Asy’ari yang merupakan salah satu tokoh yang mendirikan Nahdatul Ulama, KH. Ahmad Dalan dari Muhammadiyah, A. Hassan dari Persis, Ahmad Soorhati dari Al Irsyad, dan Abdul Rahman dari Matlaul Anwar.

Belum lagi para perwira atau prajurit Pembela Tanah Air yang ternyata banyak berasal dari kalangan santri. Sehingga perjuangan para santri harus diperingatkan menjadi salah satu Hari Besar di Indonesia.

Itulah alasan yang mendasari kenapa Hari Santri Nasional ditetapkan pada tanggal 22 Oktober.

Hari ini merupakan sebuah hari yang membangun semangat santri untuk lebih memperbaiki kualitas diri demi kemajuan bangsa Indonesia untuk kedepannya. Karena santri adalah generasi muda yang tangguh sebagai  generasi penerus bangsa Para santri akan menjadi manusia yang memiliki iman, akhlak dan taqwa yang baik sebagai kader pembangunan bangsa.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar