Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

RINGKASAN KONDISI MASYARAKAT JAHILIYAH

Oleh : Roychan Uzaqqy

Berbicara mengenai masyarakat jahiliyah, kita sering mengungkapkan mereka adalah masyarakat yang bodoh padahal dibalik penyebutan jahiliyah tersebut mengandung makna bodoh dalam hal keagamaan, selain itu mereka pintar dan berkembang dalam segala hal. Maka dari itu, disini saya akan mendeskripsikan seputar kondisi-kondisi yang terjadi pada masyarakat jahiliyah dulu, Diantaranya :

Kondisi Sosial Budaya
Kondisi kehidupan masyarakat Arab pra islam secara umum dikenal dengan sebutan zaman jahiliyah atau zaman kebodohan. Hal ini dikarenakan dalam waktu yang lama, masyarakat Arab tidak memiliki kitab suci, ideologi agama dan tokoh besar yang membimbing mereka dan bisa dikatakan lemah dalam hal agama. Dapat disimpulkan keadaan sosialnya antara lain Orang-orang Arab sebelum islam masuk adalah orang-orang yang menyekutukan Allah , yaitu mereka msecara hiduoenyembah patung atau berhala karena dianggap suci.

Mereka mengubur anak-anak perempuan secara hidup-hidup karena takut malu dan celaan yang dianggap perempuan membawa kemiskinan dan kesengsaraan.
Budak diperlakukan majikanya secara tidak manusiawi, dan budak tidak mendapatkan kebebasan untuk hidup layaknya manusia merdeka. Mereka orang yang suka bertengkar dan berselisih karena hal kecil.

Kondisi Politik
Kondisi politik sebelum kedatangan islam di masyarakat jahiliyah diwarnai oleh intrik politik perebutan pengaruh diantara tiga kekuatan dunia pada saat itu, yaitu Kristen Byzantium, Persia Zoroater, Kerajaan Arab Selatan.

Adanya persaingan dalam konteks keagamaan antara kaisar Byantium dan Persia. Lengsernya kerajaan arab selatan akibat beralihnya peta perekonomian ke Romawi.

Kondisi  Agama
Terdapat enam kategori Religius masyarakat Arab Pra-Islam :
Fetishisme (penyembahan pada batu)
Animisme (Kepercayaan terhadap roh)
Dinamisme (Kepercayaan terhadap nenek moyang) 
Totemisme (Kepercayaan kekuatan dalam suatu binatang atau tumbuhan)
Astral Triadisme (Kepercayaan pada tiga serangkaian benda langit, matahari bulan dan venus)
Monoterisme (Mempercayai bahwa tuhan adalah satu dan berkuasa atas segalanya).

Kondisi pendidikan
Dalam bidang pendidikan, masyarakat Arab sebelum islam menerapkan pola pendidikan keluarga yang diarahkan pada pemberian kebiasaan keterampilan,  sifat, dan karakter yang harus dimiliki oleh seseorang dalam kehidupan keluarga serta lebih menekankan pendidikan keluarga. Antaranya :
Ilmu tentang nasab : keturunan, sejarah dan perbandingan agama.
Ilmu ru`ya : mimpi
Ilmu tenun : sihir

Kondisi sastra
Masyarakat arab sebelum islam memiliki kesusastraan seperti puisi dan prosa. Ia diciptakan untuk nmengungkapkan dan melukiskan adat istiadat dan lain sebagainya. Pada waktu-waktu tertentu diadakan lomba pembacaan puisi ditempat-tempat dimana orang-orang berkumpul. Bagi yang memenangkan lomba tersebut, maka karya puisinya akan digantung di dinding ka`bah.

Kesusastraan berbentuk prosa pun maju pesat pada waktu itu. Bentuk dari prosa bisa berbentuk lisan maupun tulisan.  Masyarakat jahiliyah pada saat itu gemar sekali membacakan prosa dan cerita-cerita disaat tertentu, misal disaat pertemuan resmi dan hanya berkumpul-kumpul saja. Dan kebiasaan itu menjadi budaya yang berlanjut hingga islam datang.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar