Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

RIMPU “CADAR KHAS BIMA’

Oleh: Fitriatul wilianti
C:\ngirim\pakaian adat rimpu.jpeg
Rimpu adalah salah satu budaya masyarakat bima yang masih di jaga sampai sekarang. Rimpu merupakan busana yang dipakai wanita daerah bima yang hampir menutupi seluruh bagian tubuh. Rimpu adalah pakaian sejenis sarung hasil tenunan masyarakat bima, yang menenunnya memakan waktu sampai satu bulan atau lebih.
Berdasarkan cara pemakaiannya Rimpu dibagi menjadi dua: pertama Rimpu Cili, yaitu Rimpu yang digunakan menutupi seluruh bagian tubuh wanita kecuali mata dan telapak tangan, penggunaanya menggunakan dua sarung, sarung pertama digunakan sebagai kerudung yang di gunakan untuk menutup kepala sampai badan. Dan sarung kedua digunakan sebagai rok. Rimpu Cili ini biasanya digunakan untuk para gadis-gadis atau perempuan-perempuan bima yang belum menikah. Kemudian yang kedua disebut Rimpu Colo. Rimpu colo pengguna'annya hampir sama dengan Rimpu Cili yang membedakannya Rimpu colo memperlihatkan bagaian muka tampa menutupnya. Tujuan pembedaan penggunaan Rimpu tersebut adalah agar para pemuda Bima dapat membedakan wanita yang masih gadis atau yang sudah menikah. dan juga agar bisa menjaga pandangan laki-laki kepada wanita yang belum menikah atau yang bukan mahromnya. 
Tapi sayangnya penggunaan Rimpu ini sudah hampir punah di Bima, bahkan sudah tidak ditemukan lagi wanita bima yang menggunakan rimpu karena perkembangan zaman atau karena sudah jarang adanya sarung hasil tenunan yg dibuat oleh orang bima, kemudian karena sudah adanya jenis-jenis kerudung modern yang lebih menarik yang dihasilkan oleh perkembangan zaman sehingga budaya Rimpu sudah terlihat ketinggalan zaman jika dipakai sekarang ini, kecuali kadang sesekali rimpu digunakan oleh wanita-wanita tua yang masih terbiasa menggunakannya yang tinggal dipedalaman-pedalaman kota. Kemudian penggunaan Rimpu juga dapat di temukan ketika adanya acara2 besar di Bima seperti HUT Bima, Pawai Budaya atau Festival-festival budaya yang bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat dengan adanya budaya Rimpu yang harus dijaga dan dilestarikan.
Semoga kita sebagai putra putri bima bisa melestarikan budaya-budaya bima sehingga dapat dikenal oleh generasi-generasi baru bima atau kepada seluruh masyarakat indonesia sampai mendunia sekalipun.
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar