Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PUING HATI KEMBALI BENING

Oleh : Mutiara Rizqy Amalia

Kala itu, suasana langit terbilang sendu. Tampak abu menyelimuti atap bumi yang kupijak ini. Hampir sama dengan suasana hatiku yang sedikit haru. Dua tahun lamanya aku tidak melihat peristiwa ini. Dua tahun lamanya juga aku tidak merasakan ketenangan saat melihat hal itu terjadi. Langkahku menuju rumah yang penuh keagungan, rumah tempat hati dan pikiran bertemu Rabbnya, Masjid.

Tak biasanya, pintu masjid tertutup. Kubuka pintu itu secara perlahan. Ada tangga tinggi tepat di hadapanku. Rupanya ada mbak-mbak office girl yang membersihkan kaca masjid bagian atas. Tangga itu tak terlihat kusam, namun perlu sedikit perbaikan. Anak tangganya banyak yang mulai patah dan bengkok. Bentuknya yang kecil tidak cukup menampung ukuran kaki dewasa.

Wajah office girl itu tampak sedikit takut. Karena jika sedikit tidak berkonsentrasi, mungkin dia sudah terpleset ke anak tangga di bawahnya, bahkan bisa juga jatuh ke lantai.

Kulihat wajahnya dalam-dalam. Nampak sebuah ketulusan yang menyelimuti hatinya. Bukan soal gaji, tapi keberkahan. Kalaupun karena gaji, bisa saja dia membersihkan rumah yang penuh kemuliaan itu se-enaknya sendiri.

Dua tahun lalu aku melihat aksi yang sama persis terjadi di aliyahku. Bedanya, dia seorang laki-laki berkacamata. 
Posisi kelasku dan masjid hanya dibatasi satu tembok saja, mungkin jika tembok itu dibongkar, kelasku sudah jadi area masjid. Mengingat kelasku adalah jurusan agama.
Tiap pagi aku melihat office boy itu membersihkan masjid dengan harga ketulusan yang ia gambarkan. Setelah pekerjaannya selesai, selalu saja aku melihatnya sholat dua sampai empat rakaat, diakhiri dengan menegadahkan tangannya.

Suatu pemandangan yang jarang sekali ditemukan. Memang benar, dont judge book by cover. Melatih hati untuk selalu berprasangka baik terhadap kehidupan adalah salah satu jalan menuju kebahagiaan. Tentu dari hal remeh yang kulihat memberikan efek yang sangat mendalam. Akan ada cahaya keimanan setelah kau cari. Dan keimanan itu terlihat cling setelah kau bersihkan.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

1 komentar: