Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PERJALANAN KERETA API



 Oleh: Siti Khoirun Niswah

Selesai menghadiri undangan pernikahan, ku akan kembali ke Kota Malang. Sedari rumah, ku melihat tiket kereta dan baru teringat ternyata ku tidak mendapatkan tempat duduk ketika naik kereta api. Ku berfikir berarti ketika naik kereta ku berdiri selama kurang lebih 3,5 jam. Dalam hati sudah membayangkan betapa lelahnya berdiri di dalam kereta api. Beberapa jam kemudian ku menengok jam dinding telah menunjukkan pukul 12.00 wib,segera ku bergegas, bersiap-siap dan berangkat ke stasiun. Tiba di stasiun ku mengamati banyak penumpang di teras stasiun yabg sedang menunggu kedatangan kereta api. Cuaca di kota Tulungagung sangat panas sekali. Hingga tenggorokan bagaikan telaga kering yang tidak berisi air. Setelah beberap menit menunggu kereta, akhirnya kereta telah tiba dan kekhawatiranku beradu. Kuatkah ku melampaui perjalanan dari Tulungagung ke Malang berdiri di dalam kereta api? Hehe sedikit alay. Ku berkata demikian sebab sebelumnya ku pernah mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan. Berdiri di dalam bus dari Kediri menuju ke Malang, hingga di tengah perjalanan ku pingsan di dalam bus, kira-kita hal itu terjadi sekitar semester 5. Hal itu membuah ku sangat trauma dari sekarang.
Ketika kereta berhenti, ku mengengok-menengok gerbong mana yang kosong, sembari temanku yaitu Sholihah berusaha menenangkan ku. Akhirnya kita tepat masuk ke gerbong 1. Didalamnya ada kursi kosong 2 yang awalnya di duduki oleh keluarga bahagia yang berisikan ayah, ibu dan dua orang anak, Alhamdulillah dapat tempat duduk.hehe
Beberapa menit kemudian kereta api akan berhenti di stasiun Talun. Kekhawatiran ku muncul kembali, sembari ku membaca sholawat semoga tempat duduk yang ku tempati tidak ada yang menempati sampai kita sampai di Malang. Eh, ternyata ada seorang pemuda yang ternyata menempati tempat kami. Seraya dia berkata "

tidak apa-apa mbak tempati saja, dua kursi ini sudah saya bayar". Ku berpikir, apakah itu hanya halu ku, ataukan pemuda tersebut telah membeli tiket dobel ternyata temannya tidak jadi  pergi? Wallahu a'lam. Akhirnya kita duduk ditempat sampai melewati beberapa stasiun.
Hati ku masih berbincang,terasa tidak begitu percaya dengan hal itu, apakah ini berkahnya dari sholawat atau bagaimana. Akhirnya ku menanyakan pada temanku melalui via whatsApp. Ternyata dia juga mendengarkan bahwa kursi yang kita tempati telah dibeli oleh pemuda itu. Oh, baik sekali. Alhamdulillah..
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar