Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PANDANGAN ISLAM MENGENAI TEORI EVOLUSI

Oleh: Muhammad Anis Fuadi

          Ketika Charles  Darwin mengeluarkan bukunya yang berjudul On the Origin of Species pada tanggal 24 November 1859 yang menjelaskan mengenai keragaman makhluk hidup melalui apa yang dinamakan evolusi oleh seleksi alam, berkembanglah berbagai teori yang menyatakan bahwa semua makhluk hidup yang ada sekarang lahir karena adanya evolusi atau perubahan secara perlahan-lahan dari sisi anatomi dan morfologi akibat adanya seleksi alam.
          Terkait dengan asal usul kehidupan, timbul pertanyaan mengenai bagaimana pandangan Islam mengenai teori evolusi ini ? Apa yang dikatakan Al-Quran mengenai teori evolusi ?
          Umat muslim percaya dan mengimani bahwa dalam segala penciptaan, cukuplah bagi Allah mengatakan Jadilah maka jadilah ciptaan itu. Dalam hal ini, penciptaan spontan, dari sesuatu yang tidak ada, kemudian secara langsung menjadi ada dan sempurna, sama sekali bukanlah hal yang sulit bagi Allah.
          [24:45] Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
          [32:7] Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
          Mengenai penciptaan hewan dan tumbuhan, Al-Quran tidak menolak adanya proses evolusi dari ciptaan tersebut. Hanya saja proses evolusi yang dikatakan sebagai hasil seleksi alam itu dalam kontrol, kehendak dan ijin Allah, dengan kata lain selalu ada campur tangan Allah, evolusi yang terkendali dan terkontrol, bukan evolusi acak, akan tetapi evolusi yang menimbulkan varian atau diversifikasi anatomi dan morfologi.
          Sebagai contoh, kuda, poni dan zebra mungkin memiliki nenek moyang yang sama, akan tetapi nenek moyangnya tetaplah berbentuk kuda (yang diciptakan secara tiba-tiba sesuai dengan konsep Kreasi) yang kemudian mengalami evolusi sehingga mengalami diversifikasi dan variansi. Begitu juga monyet, kera, simpanse, orang utan, mungkin memiliki nenek moyang yang sama, akan tetapi nenek moyangnya tetaplah kera yang kemudian mengalami proses evolusi menjadi berbagai jenis kera.
          Begitu juga manusia, di dalam Al-Quran semua ras manusia baik bule, negro, cina, melayu, aborigin, indian, india, arab, arya dan lain-lain memiliki nenek moyang yang sama yaitu nabi Adam a.s. Namun dengan ijin dan kontrol Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, kemudian manusia mengalami proses evolusi sehingga menjadi berbagai ras seperti saat ini.
          Sedangkan teori evolusi menurut Harun Yahya, seorang ilmuwan muslim yang pertama menentang adanya teori tersebut, adalah sebuah kebohongan besar terhadap ilmu pengetahuan. Darwin berasumsi bahwa makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari hal yang sama, yaitu makhluk bersel satu. Secara ilmiah, bukti tentang makhluk hidup bersel satu yang sedang berevolusi menjadi makhluk hidup lain yang lebih kompleks (seharusnya sampai saat ini pun makhluk itu harus terus berevolusi). Jika kita membenarkan teori evolusi, berarti membenarkan bahwa asal muasal manusia dan alam semesta bukan berasal dari penciptaan Tuhan. Melainkan terjadi karena sebuah kebetulan semata.
          Menanggapi teori evolusinya Darwin, Harun Yahya mengadakan penelitian dan menulis buku-buku keislaman merasa keberatan dengan evolusi Darwin tersebut. Dari beragam bukti ilmiah yang ditemukan para ilmuwan tak ada indikasi yang menyeret bahwa mahkluk hidup terbentuk melalui proses evolusi dimana makhluk hidup yang berbeda tak muncul ke muka bumi dengan jalan berevolusi. Sebaliknya, dengan rancangan Tuhan secara nyata dibuktikan dengan munculnya spesies makhluk hidup yang muncul secara serentak dan bersama-sama dengan sempurna. Misalnya reptil, dari awal kemunculan memiliki bentuk sebagaimana reptil yang ada saat ini, tidak merupakan evolusi dari bentuknya semula sebagai bukan reptile.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar