Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

ORANG-ORANG BAIK DI KERETA

Oleh : Nur Sholikhah


       Kereta masih menjadi alat transportasi ternyaman versiku. Selain karena harganya cukup
terjangkau, suasana di kereta juga berbeda dengan alat transportasi umum lainnya. Suasana di
kereta sangat santai, tidak ada ritual kebut-kebutan seperti bus karena semua sudah terstruktur.
Dan entah setiap kali aku naik kereta ada saja kejadian-kejadian yang bisa kuambil
pelajaran untuk hidupku. Salah satunya saat aku naik kereta dari Jombang ke Surabaya, saat itu
hari Sabtu dan aku memesan tiket untuk jam yang paling pagi, sekitar jam 5 pagi.
Dengan menjadi penumpang di kereta paling pagi itu, aku bisa bertemu dengan banyak
pedagang yang akan menjajakan dagangannya di kota, juga para bapak-bapak yang bekerja
sebagai kuli bangunan di Surabaya. Mereka semua terlihat begitu akrab, bahkan seperti keluarga.
Iringan musik dangdut terdengar di salah satu handphone milik mereka, sebagai hiburan
pagi katanya. Gelak tawa mengisi keramaian gerbong yang berjalan santai ini. Aku merasakan
kehangatan di pagi yang dingin itu. Kehangatan dari canda tawa yang menembus sela-sela
jemariku. Keakraban sangat terasa sampai satu persatu turun di stasiun yang berbeda.
Mereka pejuang rupiah, pencari rezeki di tengah keramaian kota. Aku turun bersama
dengan salah satu dari golongan mereka yang tadi duduk di depanku. Kuperkirakan ibu itu
usianya sudah lebih dari setengah abad, badannya tidak kurus, tenaganya masih patut diacungi
dua jempol. Bagaimana tidak? Ia membawa dua tas besar berisi pisang setengah matang.
Ternyata daerah tujuan kami sama, aku sempat menemuinya kembali saat aku di rumah
saudaraku. Ia menjajakan pisangnya di kawasan padat penduduk di pinggir kota.

       Kerja keras, itu pelajaran yang bisa kuambil dalam perjalanan pagi itu. Tuhan sudah
menentukan porsi rezeki untuk masing-masing hamba-Nya. Tinggal kita mau apa tidak untuk
bangkit dan berusaha. Oh ya kehangatan dalam kereta tadi juga semakin memberikan arti tentang
pentingnya kebersamaan. Tidak usah dilihat bagaimana keadaannya, yang terpenting ada orang-
orang setia dan baik di sekitar kita.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar