Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

METODE BELAJAR YANG MANUSIAWI



Oleh: Muhammad Anis Fuadi

Belajar merupakan kebutuhan bagi setiap manusia maupun makhluk hidup, belajar merupakan kegiatan berpola yang menghasilkan perubahan progresif secara cepat maupun lambat pada sisi potensi dan perilaku individu atau makhluk sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diberikan stimulus dan mendapatkan respons. Terdapat cara belajar dengan mendasarkan pada proses memanusiakan manusia. Metode belajar seperti ini disebut juga dengan teori belajar humanistik. 
Manusia dapat memahami dirinya sendiri serta menggali kemampuannya untuk diterapkan dalam lingkungan hidup sehari-hari. Proses dan perilaku belajar dari sudut pandang perilaku si pelajar paling diperhatikan dalam teori ini. Banyak disebutkan, aliran teori ini merupakan lebih cenderung disebutkan sebagai teori belajar yang paling ideal. Hal ini disebabkan setiap individu memiliki perbedaan dan kondisi individual yang kompleks sehingga teori belajar humanistik ini pada dasarnya menghendaki perpaduan berbagai teori belajar dari aliran apapun asal tujuannya memanusiakan manusia dalam bentuk pengembangan potensi-potensi siswa tersebut.
Pendidikan selalu memiliki dua prinsip dalam proses pembelajaran di sekolah. Pertama, memfokuskan pada peran pendidikan dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa. Gerakan yang berdasarkan prinsip ini disebut pengajaran langsung. Kedua, lebih memfokuskan pada hasil afektif, belajar bagaimana belajar dan meningkatkan kreativitas dan potensi manusia, inilah yang disebut dengan gerakan pendidikan humanistik.
Pendekatan humanistik dalam pembelajaran menekankan pentingnya emosi dan prasaan, komunikasi yang terbuka, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh siswa. Sehingga tujuan yang ingin dicapai dalam proses belajar tidak domain kognitif saja, tetapi menjadi individu yang bertanggung jawab. Untuk mengembangkan nilai-nilai tersebut para pendidik aliran humanistik menyarankan sebuah metode pembelajaran yang bisa mengasah nilai-nilai kemanusiaan.
Prinsip lain dari teori humanistik adalah bahwa proses pembelajaran harus mengajarkan siswa bagaimana belajar dan menilai kegunaan belajar itu bagi dirinya sendiri. Dalam proses pembelajaran, setiap guru pasti mengharapkan siswa-siswanya mengembangkan sikap yang positif dalam belajar dan mampu menggunakan berbagai sumber untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Pada dasarnya pendidikan humanistik bukanlah strategi belajar, melainkan sebagai sebuah filosofi belajar yang sangat memerhatikan keunikan-keunikan yang dimilik oleh siswa, karena setiap siswa memiliki cara sendiri dalam mengkonstruk pengetahuan. Pendidikan humanistik memandang proses belajar bukanlah sebuah sarana transformasi pengetahuan, tetapi proses belajar adalah bagian dari mengembangkan niali-nilai kemanusiaan. 
Disamping itu, guru tidak bisa memaksakan siswa untuk belajar dan mempelajari suatu materi yang tidak disukai dan mungkin tidak relevan dengan kehidupan siswa. Dengan demikian, kebanyakan kasus pada siswa yang tidak mau mengusai sebuah materi pelajaran atau bahkan siswa berperilaku buruk bukan karena mereka bodoh, melainkan tidak memiliki alasan yang kuat untuk mempelajarinya.
Semakin jauh sebuah materi pelajaran atau pengetahuan dari persepsi diri atau keberartiannya bagi siswa akan semakin berkurang pengaruhnya terhadap perilaku siswa dalam bentuk keaktifan mengikuti proses pembelajaran. Dengan demikian, apabila materi pelajaran atau pengetahuan yang hanya mempunyai sedikit hubungan dengan diri ssendiri, pengetahuan tersebut akan mudah terlupakan atau hilang. Begitu pun ssebaliknya, apabila semakin dekat pengetahuan dengan persepsi siswa maka akan semakin kuat tersimpan dalam memori. 
Jadi, dapat dipahami mengapa banyak hal yang dipelajari akan segera terlupakan adalah karena sedikit sekali kaitannya dengan diri kita atau kita tidak dapat memahami atau memngambil makna dari  materi pembelajaran tersebut. Oleh sebab itu, dalam proses pembelajaran pendahuluan guru harus menempuh hal-hal seperti memberikan sugesti-sugesti positif terhadap siswa, memberikan pemaparan tentang manfaat mempelajari materi yang disampaikan nanti, memunculkan rasa ingin tahu siswa dengan berbagai kegiatan terutama mengaitkannya dengan kehiduan keseharian siswa, menciptakan lingkungan fisik pembelajaran yang positif dan menyenangkan mencakup tata ruang dan kondisi lainnya, meredakan rasa  gelisah yang mungkin dimiliki siswa sebelum proses pembelajaran dimulai.


Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar