Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MERANTAU KE PULAU JAWA

Oleh Muhammad Syahid


Pagi yang cerah di langit Hasan yamani, salah satu pondok pesantren  di daerahku yang berkiblat dengan pondok Modern gontor,suasana pondok yang begitu hangat akan nuansa keislaman memberikan gejolak semangat di pagi hari, santri santri yang setiap pagi harus bangun  waktu subuh, melawan dinginya subuh dan rasa ngantuk akan aktivitas aktivitas seharian ,terkadang sebagian dari mereka harus bangun dengan guyuran air dari “Mudabbir “ sebutan pungurus untuk anak pondok
Pagi itu ku awali hari ku  dengan aktivitas biasanya, pagi yang di penuhi lantunan suara Alquran selepas shalat subuh,santri yang lalu lalang membawa kitab untuk berguru ke kiyai dan aktivitas santri lainnya, aku baru saja menyesaikan tugas dari ustadz dan pagi itu ustadz meminta ku untuk dating ke rumah beliau untuk membantunya, selepas kerja ku selesai beliau sempat menanyakan tentang kelanjutan ku dipondok,katanya “mau lanjut kuliah dulu atau mondok” ? tetapi penawaran itu hanya untuk mereka yang lolos beasisw
Pendaftran SPAN PTKIN pun mulai di buka aku dan beberapa teman ku iseng iseng  mendaftarkan diri tampa sepengetahuan kiyai hanya beberapa ustadz yang tau kalau kami daftar untuk masuk kuliah , hari itu semua berkas pendaftran aku persiapkan,bertepatan juga esok harinya adalah hati libur bulanan bagi santri, lebih memudahkan ku untuk mengambil keperluan berkas yangb ada di rumah.
Mempersiapkan berkas dan kelengkapan lainya itu bukan hal yang mudah bagi kami anak pondokan yang harus menghadapi banyak maslah ketika mau daftar perguruan tinggi yang daftranya berbasis online,kami santri yang fakum akan media komunikasi karena enam tahun di pondokkan kami tidak di perkenangkan membawa handpone, lantas untuk daftar kuliah kami harus melanggar peraturan membawa hp untuk memudahkan kami untuk mendapat informasi mengenai kuliah itu.Lama kelamaan pelanggaran yang kami buat akhirnya terungkap, handpone yang kai bawa harus di amakn kan oleh ustad pengasuhan, ya itu memang resiko buat kami,kata ustadz sepandai pandai tupai melompat pasti akan jatuh se[andai [andai kami menyembunyikna pelanggaran pasti akan ketahuan
Setelah menyelesaikan pendaftran dan pengimputan berkas  kami pun menunggu pengumuman , berselang beberapa hari hari yang kami tunggu pun telah dating, hari itu sangat membuat kami penasaran akan kelulusan kami, namun satu hal yang lain, karena kami harus keluar pondok untuk mendapatkan info tentang pendaftran kami , kamipun berabgkat ke salah satu warnet dekat dengan pondok hasan yamani. Meskipun kami keluar secara illegal tapi kami tetap ingin tahu apakah kami lulis dalam PTN yang kami cita-citakan. Setelah melihat pengumuman kelulusan masuk PTN dan Alhamdulillah saya lolos dalam seleksi UMPTKIN yang dimana seleksi ini dalam jalur universitas islam dalam wewenang kementrian agama republic indonesia.
Dan Alhamdulillah sekarang saya kuliah di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di fakultas HUMANIORA dalam jurusan bahasa dan sastra Arab. Itulah cerita singkat dari saya tentang perjuangan menuju kesuksesan yang sebenarnya, karena disetiap proses yan g begitu melelahkan pasti ada hasil yang sangat memuaskan.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar