Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MENGGAPAI RIDHO ALLAH SWT DENGAN BERILMU DAN BERADAB


Oleh: Siti Laila ‘Ainur Rohmah
 
     Roda kehidupan yang terus berputar, mengingatkan bahwa zaman ini semakin tua. Beraneka ragam makhluk yang diciptakan, akan mempertanggungjawabkan segala yang telah diperbuat kelak di hari kiamat. Apalagi manusia yang diberi kemampuan lebih dalam berfikir secara rasional. Sudah sepantasnya memperhatikan baik tingkah laku, maupun ucapan yang keluar darinya bisa membawa kemaslahatan bagi umat. Karena segala gerak-geriknya tak lepas dari pengawasan Allah swt. Kemudian, apakah manusia sudah mempersiapkan bekal yang cukup untuk menghadapi kelak di hari perhitungan (في يوم الحساب)?.
     Wahai manusia! buka mata, hati dan telingamu lebar-lebar! Dunia dan seisinya menghampar luas untuk dimanfaatkan dengan bijak. Oleh karena itu, kini saatnya bagimu berlomba-lomba dalam kebaikan untuk meraih ridho-Nya (Allah swt). Janganlah khawatir tidak mampu melakukannya. Karena ada beribu cara yang dapat ditempuh didalamnya. Tinggal kamu seorang hamba harus peka dan mampu untuk mencarinya. 
     Kalau manusia sadar dan tahu, untuk meraih ridho-Nya (Allah swt) dapat ditemukan melalui komunikasi disekitar kita. Salah satu contohnya adalah dengan menghormati orang tua dan guru. Sosok orang tua yang menjadi washilah kita dilahirkan didunia, maka sudah sepantasnya untuk menghormati beliau dengan berbakti kepadanya. Selama tidak menyimpang ketentuan syariat, sebagai seorang anak harus patuh kepada orang tua.
     Begitupula dengan guru. Beliau menjadi orang tua kita ketika di sekolah ataupun lembaga pendidikan lainnya. Dengan sabar dan telaten seorang guru mengajarkan ilmu, membimbing serta mendoakan kepada muridnya setiap saat. Maka, dengan berbakti kepada-Nya kita dapat membalas jasa-jasa beliau. Meskipun kita tahu, masih banyak jasa-jasa beliau yang tidak dapat disebutkan disini dan tidak akan pernah bisa membalasnya dengan seimbang.
     Bagi orang tua akan sangat bangga jika mempunyai putra-putri yang sholeh dan sholihah. Karena bagi beliau, tidak selalu dengan prestasi ataupun jabatan yang bisa diperoleh anaknya didunia. Tetapi, yang lebih penting adalah ketika anaknya bisa berbakti kepada kedua orang tua dan selalu mendoakannya. Karena hal inilah yang menjadi aset berharga bagi orang tua kelak di akhirat.
Termasuk seorang guru, pasti akan merasa senang jika bisa membimbing dan menuntun muridnya menjadi orang yang berhasil baik di dunia maupun di akhirat. Karena atas jasanya selama ini dalam mengajar, bisa diterima dengan baik oleh muridnya. Meskipun, tidak semua bisa seperti itu dan memerlukan proses yang panjang. 
    Murid dikatakan berhasil dalam pendidikannya, jika dia semakin baik dalam tingkah lakunya (akhlaknya). Sebaliknya, jika ada murid yang masih buruk akhlaknya, bisa jadi ada salah satu faktor yang mempengaruhinya. Ibarat ilmu padi, semakin berisi, semakin merunduk. Maknanya, semakin tinggi ilmu seseorang, maka akan semakin rendah hatinya. Dia tidak mau sombong dan bisa menjaga akhlaknya. Tawadhu’nya seorang murid kepada gurunya, bisa menjadi washilah Allah memudahkannya dalam menuntut ilmu. Oleh karena itu, berilmu saja tidaklah cukup, maka harus diiringi dengan berakhlak. Orang akan disegani tidak selalu karena kepandaiannya. Namun, orang lebih disegani karena akhlaknya yang baik dan berilmu pengetahuan .
ANDA SOPAN, KAMI SEGAN..





Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar