Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

LEBIH PENTING RUH ATAU JASAD ??

                                            Oleh: Siti Laila ‘Ainur Rohmah
 
Ketika dihadapkan suatu pilihan, patutnya manusia sebagai makhluk yang berakal bisa menjawab dengan rasional dan bijak. Jika difikir kembali, bentuk penciptaan manusia begitu sempurna dan indah dengan segala fungsi yang diberikan. Manusia memiliki jasad dan ruh, begitupula dengan hewan. Namun, timbullah pertanyaan, lebih penting ruh atau jasad? seketika suasana di kelas hening dengan pertanyaan tersebut. Kemudian, ada salah satu mahasiswa nyeletuk menjawab, ruh. Setelah itu, barulah dosen menjelaskan jawabannya dimana itu adalah jawaban yang sama dengan mahasiswa tadi, yakni “ruh”.
Ruh adalah hakikat dari manusia yang dengannya manusia bisa hidup dan mengetahui segala sesuatu. Dalam Al-Qur’an dijelaskan, bahwasanya Allah meniupkan ruh ke dalam tubuh Adam AS untuk menghidupkannya (QS. as-Sajadah:9). Perlu kita ketahui bersama, ternyata kata ruh dalam Al-Qur’an memiliki pengertian yang sama dengan an-nafs. Tetapi keduanya berbeda penggunannya dilihat dari letak kalimat.
Adapun jasad merupakan bagian yang nampak dari luar oleh panca indera, memiliki bentuk atau wujud yang tergambarkan. Dengan jasad inilah, ruh itu memerankan perannya untuk melakukan kegiatan. Ibarat sebuah robot, kerangka anatomi tubuh itulah yang disebut jasad, dan mesin yang menggerakkan itulah yang disebut ruh.
Oleh karena itu, pentingnya hubungan antara ruh dan jasad. Hubungan ruh dengan jasad dikemukakan oleh filsuf Islam, al-Farabi dan al-Ghazali. Al-Farabi mengatakan bahwa jiwa atau ruh merupakan bentuk bagi jasad disatu pihak dan jauhar ruhani dilain pihak. Ruh selalu bekerja melalui jasad dan jasad membentuk sasaran ruh. Ruh atau jiwa tidak akan ada jika jasad tidak bersedia menerimanya. menurut al-Ghazali, jasad bukan tempat ruh, karena tidak mendiami tempat tertentu. Jasad hanyalah alat. ruh mendatangi jasad sebagai substansi yang juga diperlukan oleh jasad bantuannya.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar