Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

LANGKAH PERTAMA MENUJU SURGA




Oleh: Ainu Habibi 

                Sering kali kita dibuat bingung saat hendak akan memulai atau bahkan melakukan suatu amal yang bernilai ibadah. Relitasnya kita telah tahu bahwa setiap pekerjaan pasti akan didasari motivasi atau tujuan tertentu. Makan untuk memenuhi kebutuhan perut minum untuk mencega terjadinya kehausan.
            Niat secara etimologi adalah kesengajaan atau tujuan. Sedangkan niat dalam pengertian syariat adalah ketetapan hati untuk melaksanakan sesuatu. Sementara menurut istilah fuqaha’ niat adalah kesengajaan melakukan sesuatu perbuatan yang bersamaan dengan pelaksanaanya.
            Hadist Nabi saw. إنما الأعمل بالنيات  hadist ini termasuk katagori hadist mashur, dan dalam kitab qowa’idul khomsil bahiyyah hadist ini ada pada derajat (tingkatan) mutawwatir.
Diterima atau tidaknya, sah atau tidaknya suatu amalan tergantung pada niatnya dalam beramal, baik perkataan,perbuatan, mupun keyakinan dalam hatinya. Segala sesuatu itu tergantung pada niatnya. Kita akan mendapatkan bedasarkan yang kita niatkan. Beberapa perbuatan Nampak seperti pekerjaan dunia, hakikatnya di sisi allah adalah pekerjaan akhirat. Di sisi lain, ada perbuatan yang nampak seperti akhirat. Sesungguhnya di sisi allah hanyalah bernilai dunia. Semua tergantung pada niatnya.
            Kita umpamakan dengan seseorang yang mempunya rejeki yang berlebihan, ia pergunakan hartanya ini untuk hal yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Jalan-jalan keluar negri mempunyai asset di beberapa negara. Tapi, hal ini bertujuan untuk di nilai orang bahwasanya dia sebagai orang sukses.
            Lain halnya jika hartanya dipergunakan untuk di sumbangkan kepada yatim piatu, membangun sarana yang bisa dipergunakan untuk orang banyak. Semisal, masjid, sekolahan dan lain sebagainya.
            Jika kita berniat semata karena Allah swt, hanya untuk mendapat Ridho Allah swt, bisa jadi, kita sekaligus akan mendapatkan dunia dan akhiratnya. Tentang niat, hanya kita sendiri dan Allah swt yang mengetahui sebenarnya. Mendeteksi dan mengintropeksi diri agar kita tidak salah niat, wa nauzubillah. Sebagai manusia kita tidak perlu menilai seseorang, karena bisa salah sangka nantinya, yang berkehujung dengan hati yang seuzon. Tugas kita adalah berbuat baik kepada sesama serta tidak melakukan perbuatan yan



Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar