Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KUTEMUKAN SUPERHERO DUNIA NYATA




Oleh: Fitriatul Wilianti


Secercah jingga mulai tampak, indah, begitu tenang seakan-akan ia mengajakku untuk ikut tersenyum bersamanya. Tetapi angin laut tak mau kalah,ia menusukku hingga ke tulang-belulang. kurekatkan kembali jaketku, uhh sungguh dingin. kuhidupkan hp, sudah pukul 03.04 pagi, sekarang memang waktu-waktu yang sesuai untuk terlelap dalam ketenangan, tapi tidak untukku.
kuperhatikan kembali orang-orang disekitarku, mereka semua terlelap dengan kehangatan sekitar mereka, hanya aku yg tidak tidur. Sorot mataku seketika terhenti. kutemukan sesosok Ayah bersama putrinya yang terlelap dalam pelukan, sungguh pemandangan yang indah, dinginnya angin tidak mampu mengganggu kehangatan dari mereka. ia tidak membiarkan sedikitpun angin menyentuh putri kecilnya, walaupun ia sendiri merasakan kedinginan itu. Dan seketika wajah ayahku muncul didepanku, hanya sekejap kemudian menghilang. mulai kurasakan sesak di dada, aku rindu Ayahku, sudah empat tahun kami belum bertemu, sejak terakhir kali ia mengantarkanku sampai ke pelabuhan menuju kota tempatku menempuh pendidikan tinggi. Ia begitu bersemangat melepaskan Putri satu-satunya. Ada sejuta harapan yang tampak diwajahnya. Semoga kesuksesan selalu menghampiri putrinya. Kuperhatikan urat wajah itu seketika air mataku menetes tapi tidak baginya kueratkan pelukanku. "Jangan menangis, calon mahasiswi tidak mungkin membiarkan air matanya menetes" katanya, isak tangisku semakin kuat, tak tega aku meninggalkannya sendiri sejak ibu memutuskan untuk meninggalkan kami karna ayah yang tidak mampu mencukupi kebutuhan keluargaku. Itu kisah yang pahit, tidak pantas untuk di ingat.
Ayahku memang orangtua tunggal sejak aku tamat sekolah dasar ia yang merawatku hingga sedewasa ini, selama itu sedikitpun tidak pernah aku melihat setetes air mata jatuh di pipinya, hanya keringat yang terus mengalir atas kerja kerasnya. Ia tidak pernah mengeluh walaupun kelelahan tidak mampu disembunyikan dari wajah-nya. Tapi semua itu tidak menurunkan semangatnya untuk terus membahagiakanku, walaupun dia adalah orang tua tunggal tapi segala macam hal mampu ia kerjakan, ia ayah yang serba bisa, pekerjaan berat seperti apapun pasti bisa ia lakukan, masakannya juga sangat enak, mengalahkan semua jenis restoran yang pernah aku coba. Ia begitu hebat tidak ada Ayah lain yang sekeren dia, sangat sempurna, ialah yang mengantarkanku sampai sesukses ini, Dan aku adalah putri paling beruntung Yang bisa mendapatkan kebahagiaan darinya.
Tuuuuuuuuttttt tuuuuuuuuut bunyi klakson kapal, deggg sangat mengejutkan, aku terbangun dari lelapku kuhidupkan hp, sudah pukul 06.10 pagi, ku perhatikan sekitarku, pantas saja sudah mulai cerah, Terpampang di depanku indahnya pantai "Asa kota" terakhir aku kesini kelas 2 SMA, 5 tahun Yang lalu. pinggiran pantai Kolo juga tidak mau kalah, begitu menyejukkan hati, Gunung Soromandu yang hijau nan indah. Selamat datang kembali di kota Bima "Kota tepian air" kota dengan sejuta kenangan.
Beberapa menit lagi aku akan menginjakkan kaki di tanah kelahiranku ini, perasaanku tidak karuan, aku sangat senang, panantianku selama 4 tahun sebentar lagi terobati, bagaimana keadaan Ayahku?  Mungkinkah dia masih sama seperti dulu?, aku sangat merindukannya. tuuuuuuuuttt klakson kapal kembali berbunyi, semua orang mulai sibuk, mereka membereskan bawaan mereka, dan kembali mengumpulkan anak-anak dan keluarga mereka. Deretan orang mulai berdiri di pinggiran kapal memperhatikan indahnya hamparan kota Bima. Pelabuhan sudah mulai kelihatan, tampak beberapa orang di perahu-perahu kecil Yang menjalankan aktifitas mereka. Aku pernah berada di posisi itu, pulang pergi menggunakan perahu selama masa Aliyah dan aku rindu hari-hari itu. 
Akhirnya kapal mulai berhenti, ratusan orang menunggu kedatangan kami, sangat ramai, dan semoga Ayahku salahsatu dari mereka. Aku membereskan barang-barangku dan turun dari keramaian kapal, kuperhatikan satu-satu orang-orang disekitarku, di mana Ayahku? Semoga ia datang menjemput putri satu-satunya ini. Tiba-tiba ada yang memanggilku "Ayy Ayaaaa" suara yang tidak asing lagi bagiku. Itu ayahku. Iyaaa benar -benar  Ayahku, seketika airmatakembali menetes. kerinduanku terbayarkan, Tampak wajah lelah yang aku rindukan selama ini, tubuhnya kurus, mulai tampak keriput dan urat-urat di tubuhnya. Tapi senyumannya tidak berubah, masih senyuman 4 tahun Yang lalu, senyuman Yang sangat tulus, dan semakin melebar. Kupeluk tubuhnya Yang mulai renta,  "Apa kabar Ayah, ma'afkan kesalahan-kesalahan putrimu ini" airmata sudah tak mampuku bendung lagi. Mulai terdengar suaranya "jangan menangis, seorang sarjana tidak akan membiarkan air matanya terbuang sia-sia" Suara tangisku semakin mengeras, ia belum berubah, Ayahku masih sama, kasih sayangnya tidak pernah berubah apalagi berkurang, tidak sedikitpun. Dan ini adalah hari Yang paling aku tunggu, setelah 4 tahun menanti. Terimakasih Ayah kaulah Hero Yang pernah aku temukan, bukan lagi hero dalam cerita fiksi, tapi hero terkeren Yang kutemukan di dunia nyata. 

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Perum Bukit Cemara Tidar F3 No. 4
Darunnun.Com


Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar